Tentang Ikhlas… (lagi)

Posted on Updated on

Belajar Ikhlas
Sumber dari sini

 

Dalam berdoa, kita selalu meminta yang terbaik kepada-Nya. Akan tetapi, ketika kenyataan yang kita hadapi tidak sesuai yang kita harapkan, kita seringkali pula tidak terima, tidak rela.  Sungguh manusia itu sangat membingungkan ya…. Saya juga sering begitu. Untunglah sifat Allah itu berbeda dengan manusia sehingga Dia tidak mungkin mutung menghadapi manusia.

Ikhlas… Mudah diucapkan, akan tetapi sulit sekali untuk dilakukan.  “Iya, aku ikhlas kok.” Pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri, apakah ucapan itu benar-benar dari hati.

Saya pernah bertanya pada seorang teman… bagaimana ikhlas itu… di mana ikhlas itu… Dan dia hanya menjawab, ikhlas lagi main, ke luar, belum pulang. #TabokTeman. Akan tetapi, kemudian dia mengirimkan sebuah screenshot melalui WhatsApp Read the rest of this entry »

[Prompt #46] Ketika Ibu Jatuh Cinta

Posted on

danbo-jatuh-cinta
Credit picture

 

“Bayu…”

Suara ibu menghentikan langkahku.

“Apa nanti kamu bisa pulang kerja tepat waktu? Ibu ingin mengenalkanmu dengan seseorang.”

Aku terdiam.  Aku sebetulnya sudah menantikan saat ini. Sudah beberapa lama aku melihat beliau sering keluar dengan seorang lelaki.  Semenjak beliau dekat dengan lelaki tersebut, beliau tampak lebih bahagia.

“Apakah Ibu ingin mengenalkan aku dengan lelaki yang sering keluar dengan Ibu?”

“Iya, Bayu. Ibu dan Mas Nugroho sudah serius dengan hubungan kami. Untuk itu, Ibu ingin mengenalkan dia denganmu. Dia pun bermaksud mengenalkan ibu ke anak perempuannya.”

“Ibu mencintainya?”

Ibu hanya diam, akan tetapi terlihat semburat merah jambu di wajah ibu.   Begini ternyata jika ibu jatuh cinta.  Ah, bagaimana mungkin aku menghalangi hal yang bisa membuat ibu bahagia. Beliau telah berjuang sendiri semenjak ayah meninggal sepuluh tahun yang lalu.

“Iya, Bu. Bayu akan pulang cepat hari ini.”

Ibu tersenyum. “Ajak Astri sekalian ya. Oh ya, kapan Ibu bisa bertemu dengan keluarga Astri?”

“Nanti Bayu tanyakan ke Astri. Bayu pamit ya, Bu.”

>><<

“Bay, kamu sudah yakin membiarkan Ibumu menikah lagi?”

Kami sedang dalam perjalanan menuju rumahku. Sepulang kerja tadi, aku menjemput dia di tempat kerjanya.

“Kenapa tidak, As. Selama beliau orang yang baik dan bisa membuat Ibu bahagia. Jika kamu yang di posisiku, apakah kamu akan menghalangi niat papamu dan membiarkan beliau menduda selamanya?”

Astri hanya terdiam.

“Oh ya, kapan kamu mau mengenalkan aku ke papamu? Ibu juga ingin bertemu dengan keluargamu. Mau ngelamar katanya.” aku mengalihkan pembicaraan.

“Iih, Bayu apaan sih tiba-tiba ngomongin ngelamar segala..”

“Eh, aku serius tau…”

“Nanti deh aku tanyain ke papa.” Astri menjawab sambil tertawa.

Ketika kami tiba di rumah, tamu Ibu sudah datang. Melihat kami memasuki rumah, ibu berdiri menyambut kami. Tamu ibu pun berdiri menyambut kami. Melihat tamu ibu, kudengar Astri terpekik.

“Papa, kenapa papa ada di sini?”

 

Jumlah kata : 295

Untuk berpatisipasi dalam Monday Flash Fiction Prompt #46

Wishful Wednesday [8]

Posted on Updated on

HAPPY NEW YEAR 2014…..  ^_^

Semoga tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.
Semoga tahun ini beberapa hajat bisa dikabulkan oleh Gusti Allah…
Aamiin….

Tahun baru yang bertepatan dengan hari Rabu, berarti saatnya Wishful Wednesday :D

wishful-wednesday

Untuk Wishful Wednesday pertama di tahun 2014 ini, saya ingin memasukkan The Journeys 3 ke dalam wish list. Buku ini merupakan cerita perjalanan dari beberapa penulis atau petualang. Saya sudah membaca yang The Journeys 1 dan The Journeys 2, sehingga tidak afdol rasanya kalau tidak ikut menikmati buku yang ke-3.

wm.php

Sinopsis dari Goodreads :

Batas akan tetap menjadi batas, saat tak ada yang benar-benar berani menyeberanginya. Seperti halnya kita menamai utara sebagai utara, karena tak ada yang pernah bertanya kenapa.

Jarak akan tetap menjadi jarak, saat tak ada yang memulai langkah untuk menyudahinya. Kita hanya menduga-duga, sebelah langit mana yang berwarna lebih merah.

Dan, perjalanan hanya akan menjadi perjalanan, saat tak ada yang sudi menceritakan kisah yang menyertanya. Maka, temuilah, lewati batas, tuntaskan jarak. Ceritakan—setidaknya kepada diri sendiri, tentang jawaban yang kita temui.

Inilah kisah perjalanan yang akan membuat kita kembali kepada sesuatu yang paling dekat, sejauh apa pun kita melangkah pergi

Read the rest of this entry »

It’s Complicated

Posted on Updated on

Telepon genggam Nita berbunyi tanda SMS masuk. Nita membaca SMS yang berasal dari Jerry, pacarnya.

Nita sayang, sorry aku tidak bisa ke rumahmu sekarang. Lagi flu berat nih. Kepalaku juga pusing. Tidak apa-apa kan say?

Nita kemudian membalas SMS tersebut.

Iya sayang. Tidak apa-apa. Kamu istirahat dulu aja. Aku juga sebetulnya agak tidak enak badan nih.  

Read the rest of this entry »

[Prompt #33] Anugerah Terindah

Posted on

Telepon genggamku berbunyi, menandakan ada sms masuk. Kubuka dan kubaca isinya. Huh! Masih saja mencoba menghubungiku.  Kuabaikan saja sms tersebut. Hati ini masih sakit jika mengingat kebohongannya selama ini.

>><<

Aku merindukannya. Seminggu lagi dia akan berulang tahun. Semenjak aku mengenalnya, aku tidak pernah melewatkan hari spesialnya. Batinku berkecamuk antara rindu yang memuncak dan gengsi untuk menemuinya.

>><<

Read the rest of this entry »

Madu Berbisa

Posted on Updated on

bercinta-jarak-jauh
Credit : Foto dari sini

“Saya terima nikahnya Vita Nurlaila binti Yusuf Adipramono dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai.”

Dengan lantang, lelaki pujaan hatiku ini mengucapkan kalimat tersebut. Air mata menetes di pipiku.

>><<

Aku sedang menyiapkan makan malam. Suamiku baru saja pulang dan sedang membersihkan diri. Tidak lama, dia sudah muncul di ruang makan. Kami pun makan malam sambil berbincang-bincang santai.

Selesai makan, akhirnya kuberanikan diri menanyakan hal yang berat untuk kutanyakan.

“Bagaimana kabar Dik Vita, Mas?”

Suamiku terdiam, menatapku lekat.

“Alhamdulillah baik, Dik. Dia… dia sudah hamil, Dik.”

Deg! Hatiku mencelos. Baru dua bulan menikah, Vita, istri ke-2 suamiku sudah hamil. Sementara aku…

Suamiku nampaknya belum selesai berbicara,

“Dan dia ingin aku menceraikan dirimu, Dik.”

#SelfChallenge100Kata
#Bangil

[Repost] Tanya anak tentang Allah

Posted on Updated on

tulisan Allah
Credit foto dari sini

Isi postingan ini saya ambil dari status Ustad Yusuf Mansyur di Facebook. Semoga bisa membantu para orang tua yang kebingungan menjawab pertanyaan anak tentang Allah dan sebagai arsip bagi saya jika nanti menjadi orang tua :)

Jika Anak Bertanya tentang ALLAH

Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH . Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?
Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”

Read the rest of this entry »