[TFP#56] Suatu Senja di Pulau Bali

Jimbaran Bali

Saya suka sekali dengan pantai. Apalagi jika dikombinasi dengan pemandangan sunrise atau sunset. Akan tetapi, menyaksikan pemandangan sunrise atau sunset di pantai adalah pemandangan langka bagi saya. :(

Kesempatan tersebut datang salah satunya ketika saya sedang berkunjung ke pulau Bali untuk urusan pekerjaan. Salah seorang teman yang tinggal di sana mengajak saya menikmati hidangan seafood di kawasan Jimbaran. Dan voila, saya menyaksikan salah satu pemandangan sunset terindah hari itu :)

Postingan ini diikutkan dalam Turnamen Foto Perjalanan #56
Tema : Keindahan Alam Indonesia

[EF#6] Anna and Jim : after reviewed

For this week EF Challenge with topic Alter Ego, I wrote a fiction which you are able to read the original post here. This week also I volunteer that my post to be reviewed. I’m really happy I ask to be volunteer for this week :D

There were so many correction during the review from Mbak Yo as mentor. Most of them were related with tenses. I got new knowledge today that telling story in English ALWAYS be in Past Tense.  I think I missed this during the learning session. :D

One more thing that I learned today is in correct grammar, always write in complete Subject + Verb + Object. When I wrote in Indonesian language, I often not add the Subject in the sentence. I bring that habit when I write in English. :D

Oh, one more thing (again), proof read is important. I got this suggestion both when I wrote in Indonesian languange and English. Unfortunately, I didn’t do the proofread for this time :(

So, to record the review, I corrected my post as per below. The corrections are in red.

Continue reading

[EF#6] Anna and Jim

“Why you killed Mom and Dad, Jim?” Anna asked. Her voice breaks, sound as she almost cry.

Anna is a beautiful woman with big brown eyes which oftenly express worry. She is 30 years old and has good career as an architect.

“You know that I only want to protect you, Anna,” Jim replied her. “If I didn’t do anything, now you will have married with a man whom you never love. A man who Mom and Dad want you to marry with, without considering your happiness.”

Jim is a 24 years old man. He doesn’t like to be an architect but he really likes to draw scetches. He likes to try something new. His brown eyes express his spirit of life.

Continue reading

#FFRabu – Coklat Keemasan

Goreng
Gambar dari sini

Aku menggoreng dengan berhati-hati. Warnanya harus coklat keemasan. Majikanku sangat cerewet tentang hal ini. Acap kali aku dicacinya hanya karena hasil gorengan tidak sesuai keinginannya.

“Nem! Kamu buta! Ini gosong! Bukan coklat keemasan!” Cacinya di suatu waktu.

“Pucat gini kamu bilang coklat keemasan?! Bisa kerja gak kamu, Nem!” Kecamnya di lain waktu.

Panas hatiku mendengar caciannya itu.

Kali ini, akan kusajikan hidangan favorit majikanku ini dengan sempurna. Kupastikan warna dan penyajiannya tanpa cela.

“Ini lidah goreng tepungnya,Nya,” ujarku kepada majikanku yang telah berada di meja makan.

Majikanku menggumam tak jelas. Wajahnya pucat pasi. Darah tampak masih menetes keluar dari mulutnya.

 

Total kata : 100

Untuk ikutan berpartisipasi dalam FF Rabu di twitter @MondayFF
Tema : Emas

[FF250Kata] Obat Terbaru

Conan dan Ai
Gambar dari sini

“Ai, kata Profesor, ada obat penawar terbaru APTX 4869, ya?” ujar Conan ketika dia mengunjungi rumah Profesor Agasa sore itu.

“Kenapa?” jawab Ai, tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dia baca.

“Aku bersedia untuk mencobanya,” ujar Conan penuh harap.

“Belum bisa.”

“Kalau begitu, aku minta obat penawar yang kuminum sewaktu di Inggris.”

“Tidak ada.”
“Oh, ayolah, Ai. Aku hanya perlu sebutir saja.”

“Memangnya untuk apa sih?” tanya Ai dengan jengkel.

Conan terdiam. Wajahnya merona. “Hari ini Ran berulang tahun,” jawabnya, dengan suara lirih.

“Lantas?”

“Aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya secara langsung. Untuk sekali ini, aku ingin merayakannya secara spesial.”

“Sekali aku mengizinkanmu menggunakan obatku untuk kepentingan seperti itu, kamu akan memintanya lagi dan lagi. Kamu tahu betapa berbahayanya hal itu, kan?!” tukas Ai.

“Sekali ini saja, Ai.”

“Tidak!”

“Ai, kumohon …,” ujar Conan dengan nada memelas.

Merasa terganggu, Ai mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dia baca.

“Ayolah, Ai …,” ujar Conan, sambil nyengir.

Tak ingin diganggu Conan lebih lama, Ai mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya. Diambilnya sebutir kapsul berwarna merah muda dari dalam kotak itu.

“Aku tidak menanggung risikonya lho! Dan, hanya sekali ini!” ujar Ai, sambil memberikan kapsul tersebut kepada Conan.

“OK! Makasih, Ai,” ujar Conan sambil bergegas ke kamar mandi. Ai hanya tersenyum tipis.

Cukup lama suasana kembali hening. Tiba-tiba, terdengar suara Profesor Agasa dari arah kamar mandi, “Shinichi, kenapa kamu tidur di sini?! Ai! Kamu memberinya obat tidur terbarumu?”

“Iya, Profesor! Salahnya menggangguku membaca! Aku sudah bilang aku tidak punya obat yang dia minta,” jawab Ai.

Sebuah postingan yang sangat terlambat. But better late than never kan ya? :D

IMG-20150122-WA0007

[EF#5] BEC for Me

bec
Source of Image

Hai, Admins, I hope it is OK to post this week EF on Saturday… :D

I work at a Foreign Investment Company, which my directors are Singaporean, so basically I use English everyday to talk to them or to write emails to them. Although foreigners, my directors are not strictly using grammatical English. The most important thing is they understand what we say. I admit that I rarely write or talk in correct grammar with them.  Especially you know that as Singaporean, my directors has a typical English which we usually call as SingLish (Singaporean English).

When I found out about BEC at Mas Ryan’s blog, I didn’t hesitate to join this group. I want to improve my knowledge and skill about grammar again.  This Club open a big opportunity for me to improve my grammar.

Since I joined with BEC, I start to write blog in English again. The last time I wrote in English was when I wrote this post. Since then, except for work, I rarely use English.

Continue reading

Teruntuk Monday Flash Fiction

Cie cie MFF yang lagi ulang tahun ke-2 :D

Setelah kulihat-lihat isi blogku, ternyata aku mengenalmu ketika kamu masih berusia beberapa bulan. Prompt pertama yang kuikuti adalah Prompt #30 Sang Mantan. Entah kenapa, sampai saat ini, tulisan di prompt itu termasuk salah satu tulisan yang mostly viewed. Banyak yang tidak bisa move on ternyata ya…. :D

Awal-awal berteman denganmu, aku sempat minder. Banyak orang-orang keren yang berada di sekitarmu. Tulisan-tulisan mereka bagus.  Aku sempat menjauh, selain karena itu, juga karena ada hal pribadi lainnya. Jadinya, aku melewatkan ulang tahunmu yang pertama dan juga keseruan MFF Idol 1. Maafkan aku ya…. :(

Continue reading