Japan Education Fair 2011

Hari ini Japan Education Fair 2011 kembali diadakan di Surabaya. Kabarnya sih nih event tahunan…but to be honest… aku baru tau tentang ni pameran tahun ini… Pameran ini diselenggarakan oleh Japan Student Services Organization (JASSO) dan Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA), didukung oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, dan bekerjasama dengan The Japan Foundation Jakarta. Bertempat di Grand Ball Room Sheraton Hotel Surabaya mulai pukul 10.00 sd 16.00 WIB.

 

Pameran ini diikuti oleh :

– 14 Universitas dan 1 Institut : Kansai University, Kobe University, Kokushikan University, Kwansei Gakuin University, Kyoto University, Osaka Kyoiku University, Rikkyo University, Ritsumeikan Asia Pacific University, Ritsumeikan University, Tohoku University, Tokyo Denki University, Tokyo University of Social Welfare, Waseda University,  Yokohama National University, dan Okinawa Institute of Science and Technology.

– 4 Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang :  Aoyama School of Japanese, I.C Nagoya, Shinjuku Japanese Language Institute, dan Tokyo World Language Academy.

-3 Lembaga lain : Japan Student Services Organization (JASSO), Association of Indonesian Alumni from Japan (PERSADA), Consulate – General of Japan in Surabaya, dan International Multicultural Centre (I’Mc Center).

Pameran ini diselenggarakan untuk umum dan gratis, sehingga tidak heran jika yang datang pun dari berbagai kalangan. Ada yang dari Sekolah Menengah (keliatan banget secara masih pake seragam), mahasiswa, dan pegawai seperti saya dan teman saya *ehem*.  Waktu kami datang, sudah banyak pengunjung yang datang. Saat registrasi, kami diberi “perbekalan” berupa Brosur Japan Education Fair 2011 yang berisi informasi tentang susunan acara, map / lokasi peserta pameran, dan juga beberap informasi terkait peserta pameran; Buku Panduan Belajar ke Jepang 2011 – 2012 dan kuisioner yang diminta untuk diisi dan dikembalikan saat keluar dari pameran.  Yang menarik dari brosurnya, menurut saya, panitia mencantumkan bidang studi dari setiap universitas peserta pameran, sehingga pengunjung bisa menentukan mana saja stand peserta yang ingin dikunjungi berdasarkan bidang studi-nya.  Tapii… ada juga sih yang mengunjungi stand peserta karena penjaga stand-nya cakep walaupun bidang studinya kagak ada di universitas tersebut..

Di pameran ini juga diadakan beberapa seminar dengan beberapa topik.  Rata-rata durasi seminarnya adalah 25 sd 30 menit. Beberapa topik yang dibicarakan adalah : Penjelasan belajar ke jepang (oleh JASSO), Penjelasan Examination for Japanese University Admission for International Students (EJU) atawa Ujian Masuk Universitas Jepang untuk mahasiswa internasional, Penjelasan tentang beasiswa dari Pemerintah Jepang (oleh Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya), dan Sharing tentang pengalaman studi alumni Jepang (oleh PERSADA).

Saya hanya mengikuti seminar tentang beasiswa dari pemerintah Jepang. Beasiswa dari pemerintah Jepang yang dimaksud adalah beasiswa Monbukagakusho.  Dalam seminar tersebut dijelaskan tentang jenis-jenis beasiswa yang ditawarkan (undergraduate, postgraduate dsb), persyaratan, tahap seleksi dan jadwal seleksi.  Yang menerangkan orang Jepang asli tapi dalam bahasa Indoensia yang cukup fasih walaupun aksen jepang-nya masih kentara…. Personal opinion.. kare wa chotto kawaii desu yo..^_^.  Mungkin karena diliat dari jauh kali ya secara saya berada di baris paling belakang.  Untuk hasil dari seminar, gak usah lha saya sampaikan disini.. tapi kalo berminat bisa membuka websitenya di http://www.id.emb-japan.go.jp. atau ketik aja di mbah google Monbukagakusho… pasti muncul.

Selain seminar, di pameran tersebut juga diadakan workshop kaligrafi Jepang (Shodo), workshop origami dan ada juga upacara minum teh khas Jepang (Chanoyu).  Nah…dua workshop tersebut sangat menarik minat pengunjung pameran, terutama workshop Shodo.  Di workshop Shodo ini, pengunjung bisa dibuatkan tulisan nama mereka dalam kaligrafi Jepang.. Sebetulnya saya sangat tertarik untuk minta dibuatkan… tapiiiii…. yang antri…. buanyaaakkk… jadi saya membatalkan niat saya tersebut. Kayaknya workshop itu yang gak pernah sepi pengunjung. Dari sejak saya datang, sampai saya mau pulang, itu workshop masih saja ramai.  Kira-kira yang bikin tulisan apa kagak capek yaaa….@__@

Upacara minum teh diadakan 3x selama acara pameran dimana masing-masing berdurasi 15 menit. Saya tidak mengikuti upacara minum teh ini… ~_~. Ketika saya mampir ke stand-nya, bukan dalam waktu upacara minum teh, sehingga stand tersebut sepi. Hanya terdapat beberapa orang yang berada di sana menanyakan tentang detail-detail upacara minum teh. Mengutip dari hasil browsing di mbah google, “upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.  Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan. (dari http://id.wikipedia.org/wiki/Upacara_minum_teh_(jepang)).”. Hmm, ribet juga ya kayaknya……

Beberapa manfaat dan tips yang saya peroleh dari datang ke pameran ini adalah :

  1. I can practice speak Japanese… walaupun cuma diiiiikiiiiittttt banget….. demo tanoshii desu nee…. ^_^.
  2. Tidak semua jurusan diselenggarakan dalam bahasa Jepang, sehingga tidak semua mengharuskan lulus JLPT level tertentu. Ada beberapa jurusan yang seluruhnya menggunakan bahasa Inggris so yang pasti diwajibkan adalah TOEFL / TOEIC / IELTS.  Yokatta……^_^
  3. EJU adalah ujian masuk universitas di Jepang (program sarjana dll) bagi mahasiswa asing biaya sendiri yang diselenggarakan oleh JASSO. Mayoritas Universitas Negeri di Jepang menggunakan hasil ujian EJU. EJU diselenggarakan 2x dalam setahun yaitu bulan Juni dan November di 16 kota di Jepang dan 17 kota di luar Jepang. Di Indonesia diadakan di Jakarta dan Surabaya.
  4. Mendapatkan informasi lengkap tentang langkah-langkah jika ingin belajar di Jepang, perkiraan biaya hidup, perkiraan biaya kuliah, cara pengurusan visa dsb.
  5. Seperti kita ketahui, biaya hidup di Jepang cukup tinggi. Kata mbak yang di stand JASSO. Mungkin saja beasiswa yang kita dapatkan tidak sebesar itu. Untuk itu kita diijinkan untuk bekerja paruh waktu di Jepang, maksimal 28 Jam / minggu. Tapi sebelum bisa bekerja paruh waktu, kita harus mendapatkan working permit dulu dari Imigrasi Jepang karena bagaimanapun visa kita adalah visa pelajar.
  6. Ada beberapa jurusan yang mensyaratkan kita harus melakukan korespondensi dengan Profesor dari jurusan yang kita tuju. Lha kalo koneksi kita terbatas, sebetulnya kita bisa mencari list nama profesor tersebut di internet. Kata si pemberi informasi, seluruh profesor di Jepang memiliki akun email sehingga kita bisa memulai korespondensi dengan mereka. Jangan mengirim ke satu profesor dan jangan pula ke satu universitas, tapi tetep profesor yang kita ajak koresponden nyambung dengan jurusan yang kita tuju… Rata-rata para profesor tersebut welcome dengan cara korespondensi seperti itu.
  7. Secara umum berkas formulir pendaftaran program pasca sarjana di Jepang dikeluarkan sekitar bulan Juni sampai dengan Agustus untuk tahun ajaran baru berikutnya. Detail nya sih bisa diliat dari website univeristas yang dituju. So prepare the timing carefully….

 

Dakara…Nihon de koogi suru,  muri ja nai yoo…
If there is a will, there is a way…
Atashi tachi no yume o hanasanaide…

Taruh mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu,
apa yg kamu mau kejar…
Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening.
Biarkan…dia…
menggantung…
mengambang…
5 centimeter…
di depan kening kamu…
Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.
Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari,
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu,
segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan…
sehabis itu yang kamu perlu…
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa…
(quoted from 5cm: Donny Dhirgantoro)

 

Ganbarimashoo…^_^

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s