B.A.M.B.I.N.O

Ban Shogo (diperankan oleh Matsumoto Jun – honto ni kakkoi desu yoo ^__^) adalah seorang
mahasiswa yang bekerja part time di rumah makan Italia “Trattoria San Marzano” yang berada di lingkungannya – Hakata, Fukuoka. Pada liburan kuliah, dia dikirim oleh pemilik rumah makan tersebut, Endo Susume (Yamamoto Kei) ke rumah makan Italia di Tokyo yang dimiliki oleh Shishido Tekkan (Ichimura Masachika), untuk meningkatkan kemampuan memasaknya.

Rumah makan di Tokyo tersebut bernama Trattoria Baccanale. Di Baccanale, ada dua bagian utama yaitu kitchen dan hall. Di kitchen terdiri dari para chef profesional : Kuwabara Atsushi (Sasaki Kuranosuke), Hibrino Asuka (Karina), Katori Nozomi (Sato Ryuta), Senoo Masashi (Mukai Osamu), Oda Toshio (Hosshan) dan masih banya lainnya. Di bagian hall, dipimpin oleh Yonamine Tsukasa (Kitamura Kazuki). Untuk pengawasan keduanya, ada seorang manager yaitu Shishido Miyuki (Uchida Yuki) yang juga merupa putri dari Tekkan, pemilik Baccanale.

Ban datang ke Baccanale dengan penuh percaya diri, dikarenakan dia selalu mendapatkan pujian dari masakannya selama berada di Fukuoka. Lain ladang, lain belalang.. ternyata kemampuan Ban di Tokyo tidak ada apa-apanya dengan para Seniornya di Baccanale. Oleh Tekkan, Ban diberi julukan Bambino..atau yang bisa diartikan kasar sebagai bayi. Bambino memiliki pengertian bahwa kamu tidak mungkin melakukan semuanya sendiri, seperti bayi yang baru lahir.

Banyak hal yang bisa diambil sebagai pelajaran dari dorama ini :

  1. Di atas langit, masih ada langit.
    Ketika kita merasa kita sudah mampu melakukan sesuatu dengan baik, apalagi jika kita selalu mendapatkan pujian atas apa yang kita lakukan tersebut, kecenderungan kita sebagai manusia adalah untuk menjadi sombong. Padahal, sudah seharusnya kita menyadari bahwa di atas langit, selalu ada langit. Menyadari bahwa masih ada orang yang kemampuannya di atas kita, dapat mencegah kita dari berbuat sombong.
  2. Fokus pada apa yang kita kerjakan dan ada di depan kita.
    Terkadang, apa yang kita raih tidak selalu sama dengan apa yang kita terima. Seperti Ban yang diharuskan menjada pelayan hall ketika dia memiliki obsesi untuk dapat memasak pasta di dapur dan menjadi chef. Ban menjadi tidak fokus pada apa yang dia kerjakan karena dia merasa bahwa dia telah mengorbankan banyak hal bukan untuk menjadi pelayan di Hall.. tetapi untuk menjadi chef. Kuwabara menegur keras Ban atas sikapnya ini. Menurut Kuwabara, Ban tidak berhak berbicara tentang mimpi, ketika dia tidak mampu mengerjakan dengan baik apa yang dihadapannya, ketika dia meremehkan pekerjaannya, ketika dia tidak serius pada apa yang dia kerjakan.
  3. Kejarlah mimpi mu selalu. Apa yang menjadi cita-citamu, walaupun beribu rintangan yang menghadang di depanmu.

Sangat seru menikmati jatuh bangun, suka dukanya Ban untuk mencapai cita-citanya sebagai chef masakan Itali. A nice dorama with Jun played in it... ^__^

Oya, satu lagi yang saya suka dari film ini adalah ost nya yang dinyanyikan oleh Arashi, judulnya We Can Make It.. cocok banget dengan ceritanya.

We can make it true hontou no yume wa itsumo soba ni aru
(We can make it true, our true dreams are always there)
Hateshinaku hiroi sekai hitotsu dake kagayaita my dream! My dream!
(In this endlessly big world, just one thing shone – my dream! My dream!)
We can make it! We can make it!

Note : Gambar dan beberapa keterangan diambil dari sini

2 thoughts on “B.A.M.B.I.N.O

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s