#CeriTo Hari Ke-Dua Puluh : Transportasi

Siapa saja yang pernah berkunjung ke Singapura pasti sepakat bahwa transportasi umum di sana cukup nyaman.  Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan negara terkecil di Asia Tenggara tersebut jika dibandingkan dengan negara kita Indonesia. Kenyamanan transportasi di sana sebagaian besar didukung oleh layanan MRT (Mass Rapid Transit) dan bus. Untuk taxi, jika tidak dalam kondisi terpaksa, mungkin pilihan terakhir yang bisa diambil.

Ketepatan waktu dalam layanan merupakan hal utama yang sangat diperhatikan. Kemudahan dalam memperoleh tiket, kenyamanan stasiun dan kondisi sarana fisik yang cukup baik merupakan pendukung kenyamanan bagi pengguna.  Petunjuk yang cukup jelas menyebabkan orang yang pertama kali menggunakan MRT, tidak terlalu kesulitan untuk memahami alur dan prosedurnya.

Larangan-larangan yang diberlakukan lebih pada usaha untuk menjaga kenyamanan bersama. Kalau diperhatikan kita bisa melihat larangan makan dan minum, larangan merokok dan sebagainya di beberapa area umum di Singapura. Larangan yang disertai aturan denda yang jelas serta pelaksanaan yang ketat, menyebabkan orang-orang senantiasa mematuhi aturan-aturan tersebut.

Berbicara tentang larangan makan dan minum, saya punya pengalaman yang cukup konyol ketika di sana. Saat itu saya dan saudara saya harus mengejar jadwal MRT, karena haus, saya mampir sejenak untuk membeli minuman di salah satu kios di dekat stasiun. Dari awal, kakak saya sudah berpesan “jangan diminum di stasiun, dibawa aja.” Entah karena sangat haus, atau karena kebiasaan di Indonesia, saya secara tidak sengaja meminum minuman tersebut di dekat mesin pembelian tiket. Salah satu petugas melihat saya minum dan menegur “please don’t drink here. please keep it or throw away at trash can outside”.  Syukurlah petugas tersebut tidak mengenakan denda, mungkin dia sering kali ya ngadepin orang Indonesia yang begini (ampuunnn ibu pertiwiiiiiii….*__* ).  Kakak saya sudah melotot galak sekaligus tengsin sementara saya cuma bisa bengong kaget karena ditegur. Saya cuma menjawab “oh, ok. sorry, thank you.. thank you“.

Gegara kaget ditegur petugas, saya hanya menangkap inti dari kata-kata petugas itu adalah saya harus membuang minuman ini, karena itu saya pun berjalan klunuk-klunuk keluar stasiun mencari tempat sampah. Ternyata posisi tempat sampah adalah di atas sehingga saya pun harus berjalan cukup jauh dan menaiki eskalator. Dan karena ogah rugi, secara tu minuman kan juga masih setengah, saya meminumnya sampai habis baru membuang tempat minumannya.

Sesampainya lagi di stasiun, kakak saya berkata “kamu dari mana sih lama amat? tinggal nyimpen tuh minuman doank di tas?”.
Duerr… kagetlah saya.. “lho, boleh disimpen to? kirain harus dibuang?” *mulai melipir*
“Lha.. tadi kan petugasnya bilang disimpan atau dibuang, yang penting jangan kamu minum di sini. Emang kamu buang tu minuman?”
“Iyaaa… kukira tadi harus dibuang. jadi aku ke atas nyari tempat sampah, kuminum dulu sampai habis soale eman baru kubuang”  *melipir beneran*
“Hah??!!! Minuman sebanyak itu kamu abisin??? Gelo… kan aku juga haussss……  beli lagi donk nanti…”
Setelah itu, kami liat-liatan dan kemudian tertawa bareng…😀

So, balik lagi ke topik. Bagaimana Singapura bisa membangun sarana transportasinya dengan begitu rapih dan teratur? Apa dimungkinkan karena luas wilayah mereka yang cukup kecil atau karena mereka memiliki perencanaan kota yang lebih baik dibandingkan kita. ?  Itu masih merupakan PR bersama untuk kita terutama mereka-mereka yang berada di bidang perencanaan kota… *melirik Dian dan Indah*😀

 

11 thoughts on “#CeriTo Hari Ke-Dua Puluh : Transportasi

  1. Aku diliriiiikkkkk >.<
    haduwh, kudu komen gimana ya yaa? yang jelas begini *ehheemmm*, setelah belasan tahun terbiasa dengan sistem transportasi umum di Indonesia yang ya seperti itu deh, mencoba MRT dan bus umum di Spore itu bagaikan berwisata, menyenangkan😀
    Pernah kami bingung menentukan rute MRT/bus umum, kami ditolong oleh warga sana padahal kami kan blm minta tolong, eh sudah ditolong. Keren ya mereka🙂

    1. iya, nyaman emang dan bersih serta bebas asap rokok.
      tapi ini komennya bersifat curhat yak… mana yang sebagai pihak yang bergedak d bidang perencanaan kota😛

  2. “So, balik lagi ke topik. Bagaimana Singapura bisa membangun sarana transportasinya dengan begitu rapih dan teratur? Apa dimungkinkan karena luas wilayah mereka yang cukup kecil atau karena mereka memiliki perencanaan kota yang lebih baik dibandingkan kita. ? Itu masih merupakan PR bersama untuk kita terutama mereka-mereka yang berada di bidang perencanaan kota… *melirik Dian dan Indah* ”

    waa.. waini berat nih bahasannya. bahasan kuliah. -______-

    kalo menurut aku mbak, kenapa singapur sistem transportnya rapih dan teratur, itu karena mereka menggunakan sistem perencanaan kota kompak mbak. jadi perencanaan perkembangan kota yang terintegrasi dengan perencanaan transportasinya. Beda ma di indo yang perencanaannya masih cenderung berdiri sendiri2. dan bahkan ga nyambung. makanya ada beberapa kota yang ruwet.

    selain karena luas wilayahnya yang sangat kecil, pengaturan ruangnya itu lebih gampang dan terfokus. beda kalo di Indonesia yang luasnya sangat gede dan karakteristik wilayahnya beda-beda jadi perencanaannya ada bertahap. dari yang tingkat nasional, propinsi, kabupaten, hingga kecamatan ato bahkan 1 koridor jalan. nah kalo singapur kan 1 dokumen doang buatnya. pihak swasta di Indonesia juga ruwet, mereka cuman ngerti mereka pengen bikin untung buat dirinya sendiri. dan kadang mereka kalo mbangun sesuatu juga nggak mengacu pada rencana tata ruang. contohnya pembangunan rumah dari developer. menurut REI Jawa tengah, belum adanya grand design antara pembangunan perumahan dan perkembangan fisik kota. makanya pembangunan perumahan di semarang ini masih menganut pada sistem untung. dan mereka tidak mengacu pada dokumen tata ruang yang ada.

    dan masyarakat disana juga patuh sama peraturan yang diterapkan o/ pemerintahnya. mereka. di indonesia mah boro2. malah ada kalimat, “peraturan itu dibuat untuk dilanggar”. salah siapa ini?

    para planner di Indo itu udah cukup baik kok kerjaannya. udah menciptakan perencanaan buat negara kita ini sedemikian rupa sehingga. tapi ya gitu, implementasi pemerintah masih kurang dalam merealisasikannya. banyak dokumen perencanaan yang udah dibuat capek2, eh malah jadi pajangan doang di kantor. kalopun ada realisasi pembangunan, ujung2nya dirusak juga oleh masyarakat. contoh: pembangunan suramadu, udah capek2 dibikin, eh ada yang nyuri baut (haduh apa sih namanya ya? ya itu lah pokoknya).

    solusinya ya cuman 1 kok mbak. harus ada kerjasama yang baik antara pemerintah, swasta , dan masyarakat kalo mau perkembangan kota di indo ini menjadi lebih baik. karena negara kita ini bukan hanya milik pemerintah aja, bukan milik swasta aja, tapi milik masyarakat juga. milik kita bersama. *berasa brandingnya Trans TV*:)

    sementara itu dulu deh. kalo ada kelewat2 ya mohon maaf.😀

    1. jeng.. jeng…. #Ngelu… hahaha #dikeplak mbe Indah

      iya sih.. mungkin karena di negara kita semua serba complicated ya.. entah memang harus seperti itu ataukah karena dibuat-buat…

      berharap semoga suatu saat Indonesia bisa memiliki sistem transportasi yang lebih baik.. aamiinnn…

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s