The Tokyo Zodiac Murders

The Tokyo Zodiac Murders aka Pembunuhan Zodiak Tokyo adalah sebuah novel karangan Soji Shimada.  Novel ini diterbitkan di negara aslinya sono aka Japan tahun 1987. Di tahun 2012, PT. Gramedia Pustaka Utama mendapatkan ijin untuk menerbitkannya yang tentu saja telah dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia.

Jika pernah membaca buku karangan Sir Arthur Conan Doyle, pasti merasakan sedikit kemiripan antara novel ini dengan nover karangan Sir Arthur tersebut. Dalam bukunya, Sir Arthur membuat seolah-olah Dr. Watson yang merupakan pengarang buku tersebut. Buku yang ditulisnya berisi kisah petualangannya memecahkan beberapa misteri pembunuhan yang berhasil dipecahkan oleh sahabat sekaligus detektif terkenal Sherlock Holmes. Pada novel ini, Shimada-san, menggunakan Kazumi Ishioka-san yang seolah-olah sebagai penulis buku. Menceritakan kisahnya dan sahabatnya, Kiyoshi Mitarai-san,dalam memecahkan tragedi Pembunuhan Zodiak Tokyo.

Novel ini dimulai dari kisah tragedi pembuhunah di Tokyo pada tahun 1936. Pembunuhan pertama terjadi pada Heikichi Umezawa, yang dipukul menggunakan benda tumpul hingga tewas di balik pintu studionya yang terkuci di Tokyo.  Pembunuhan kedua terjadi pada Kazue Kanemoto, yang merupakan putri tiri dari Heikichi Umezawa, hanya berselang satu bulan sejak kematian Heikichi. Setelah itu, pembunuhan berantai yang melibatkan 6 wanita yang empat di antara mereka adalah anak kandung dan anak tiri dari Heikichi Umezawa serta dua yang lainnya adalah keponakan dari Heikhici (anak dari adik laki-lakinya). Mereka berenam dinyatakan menghilang sejak 31 Maret 1936 dan kemudian ditemukan satu persatu dengan waktu yang berbeda-beda dan di tempat yang berbeda-beda pula.

Yang membuat heboh dari tragedi pembunuhan berantai gadis Umezawa adalah ditemukannya catatan Heikichi setelah kematiannya. Catatan Heikichi tersebut menyebutkan tentang keinginannya dan rencananya untuk menciptakan Azoth, sang wanita sempurna. Menurut catatan tersebut, Azoth dapat diciptakan dari menyatukan enam bagian tubuh yang sempurna.  Enam bagian tubuh tersebut adalah kepala, dada, perut, pinggul, paha dan kaki. Sementara, bagian tubuh tersebut dikatakan sempurna berdasarkan astrologisnya, karena menurut catatan tersebut masing-masing tubuh memiliki planetnya sendiri yang mengatur, melindungi, dan memberdayakannya.

  • Kepala, dilindungi dan dikuasai oleh Mars, planet penguasa untuk Aries.
  • Dada dilindungi oleh Merkurius dan matahari, yang merupakan wilayah Gemini dan Leo. Jika diartikan untuk wanita, maka dada berada di bawah pengaruh Cancer yang dikuasai oleh bulan.
  • Perut dikuasai oleh Merkurius, planet penguasa untuk Virgo.
  • Pinggul diserahkan kepaa Libra yang dikuasai Venus. Jika diartikan untuk wanita, maka diserahkan kepada Scorpio yang dikuasai Pluto.
  • Paha berada di wilayah Sagitarius yang dikuasai oleh Jupiter.
  • Kaki  dikuasai oleh Uranus, yang menguasai Aquarius.

Keenam gadis Umezawa tersebut mewakili keenam bagian tubuh tersebut sesuai dengan zodiac mereka.  Tokiko yang seorang Aries menawarkan kepalanya, Yukiko akan diambil dadanya karena dia seorang Cancer, Reiko diambil perutnya karena dia Virgo, Akiko yang seorang Scorpio akan diambil pinggulnya, Nobuyo diambil pahanya karena dia Sagitarius dan Tomoko akan mejadi kaki Azoth karena dia seorang Aquarius.  Jasad keenam gadis tersebut ditemukan pada waktu yang berbeda, di beberapa tambang yang berbeda berdasarkan zodiac mereka.  Tubuh mereka termutilasi sesuai dengan zodiac mereka.  Pertanyaan besar yang menyelimuti tragedi ini adalah siapa pelakunya, ketika Heikichi yang memiliki catatan dan rencana tersebut telah meninggal terlebih dahulu dua bulan sebelumnya. Misteri kedua adalah, apakah ketiga pembunuhan keluarga Umezawa ini saling berkaitan dan dilakukan oleh orang yang sama.  Misteri ini tidak terpecahkan walaupun banyak dari pihak kepolisian dan para detektif amatir menyelidiki kasus ini.

Empat puluh tiga tahun kemudian, sebuah dokumen diberikan kepada Kiyoshi Mitarai, seorang astrolog, peramal nasib dan detektif eksentrik, yang bahkan tidak pernah menaruh perhatian kepada kasus The Tokyo Zodiac Murders ini.  Berdasarkan dokumen tersebut, dia bersama sahabatnya Kozumi Ishioka, seorang ilustrator dan penggemar cerita detektif, memulai penyelidikan mereka terkait dengan kasus ini.  Membuka kasus lama, di mana hampir semua saksi mata telah meninggal dunia dan tempat kejadian telah berubah, bukanlah hal yang mudah.  Pada akhirnya, sebuah tape transparan memberikan ide untuk menyingkap misteri di balik kasus ini dan menemukan pembunuh sebenarnya.

Pada novel ini, Shimada, sang penulis, memberikan seluruh petunjuk yang ada. Dia menantang para pembaca untuk ikut memecahkan kasus tersebut sebelum bab di mana Mitarai mengungkapkan kebenaran dari kasus tersebut. Hal ini menarik karena saya jarang menemukan cerita detektif yang seperti ini.  Biasanya dalam cerita detektif lainnya, petunjuk-petunjuk seperti jejak atau peletakan barang dan sebagainya hanya berupa ilustrasi sehingga terkadang, kita sebagai pembaca bingung membacanya. Akan tetapi, dalam novel ini, semua petunjuk diberikan secara detail, bahkan ada yang berupa gambar dan peta. Oleh karena itu, saya membaca secara detail setiap petunjuk yang ada.

Dalam sebuah kisah detektif, selalu ada tantangan untuk ikut mengungkapkan kasus tersebut, atau boleh dibilang ikut tebak-tebak buah manggis tentang kisah yang kita baca atau kita tonton.  Ada tiga hal yang biasanya ingin kita tebak, yaitu pelaku, motif, dan cara pelaku melakukan kejahatannya. Pada novel ini, saya berhasil menebak siapa pelaku dan motifnya, tapi saya gagal menebak cara dia melakukan kejahatannya.  Ketika di akhir buku diungkapkan cara pelaku melakukan kejahatannya, saya hanya bisa kagum.. It’s awesome.

Akhir kata, saya merekomendasikan buku ini untuk para pecinta kisah misteri.  If you can guess how the murderer did the job before end of the book and without opening the end of the book first, then two thumbs up for you… ^___^

Gambar diambil dari sini

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s