#CeriTo Hari Ke-Tiga Puluh : Undangan

“Wahai ananda Kurniawan Agung Setiawan bin Ibrahim Nur Wijaya, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, dengan putri saya yang bernama Dafa Asri binti Awan Ridwan, dengan mahar darimu, seperangkat alat sholat dibayar tunai..”

Saya terima nikahnya Dafa Asri binti Awan Ridwan dengan mahar seperangkat alat sholat dibayar tunai”

Bagaimana saksi? Apa sah?”

“Sah”

Aku melihat dari balik selambu.. tersenyum, mengucap hamdalah, sambil berurai air mata. Ibu yang berada di sampingku pun tidak kuasa menahan tangis harunya. Aku, putri semata wayangnya, telah dinikahi oleh laki-laki yang dicintai.. dan mencintainya…..

Allahu Akbar.. Allahu Akbar
Allahu Akbar.. Allahu Akbar…

Aku terbangun.. terkejut mendengar adzan subuh dari masjid sebelah rumah.  Secara otomatis aku melihat jam di atas meja. Waktu telah menunjukkan pukul 03.45
“Ooh Sudah subuh rupanya” aku bergumam sendiri..

Tidak sengaja, mata ku terpaku pada undangan yang tergeletak di atas meja..
Sebuah undangan manis berwarna merah jambu..
Dengan ukiran nama mu tertulis di dalamnya…
bersanding dengannya..
wanita yang telah dijodohkan oleh orang tua mu..

Tak terasa… air mata kembali mengalir deras di pipiku…
Aku berharap undangan itu mimpi….
dan ijab qabul itu yang nyata….

7 thoughts on “#CeriTo Hari Ke-Tiga Puluh : Undangan

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s