Kau Tidak Sendirian…

Kau terdiam.. tertunduk sedih. Kau menangis dalam diammu. Bulir air mata jatuh menetes di kedua pipimu. Ayahmu, orang yang paling kau cintai telah pergi meninggalkanmu. Pergi menghadap Dia, Sang Pemilik Hidup. Hanya dua tahun berselang setelah ibumu pergi menghadapNya.

Dalam tangismu, kau bertanya padaku “Bagaimana aku ke depannya? Sanggupkah aku bertahan? Aku sendirian sekarang”

Aku mengerti.. sangat mengerti kesedihanmu dan juga keputus-asaanmu. Kau yang seorang anak tunggal, telah ditinggal pergi kedua orang tuamu di umur yang masih belia. Bahkan aku pun, tidak sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaanmu.

Tapi… kawan, setelah reda kesedihanmu, maukah kau kuajak untuk melihat sekitar..

Melihat mereka, para anak-anak yang berada di rumah yatim piatu. Mereka bahkan tidak pernah mengenal siapa orang tua mereka. Mereka tidak pernah mengenal kasih sayang orang tua mereka. Mereka yang juga pasti memiliki pertanyaan-pertanyaan tentang di manakah orang tua mereka, mengapa mereka harus berada di rumah tersebut dan tidak bisa tinggal bersama orang tua mereka, dan mungkin masih banyak pertanyaan lainnya.

Mari melihat mereka pula, para orang tua yang berada di panti jompo. Pernahkah terpikir olehmu bahwa dalam hati mungkin mereka menangis dan bertanya. Mengapa anak cucu mereka tidak mau merawat mereka yang telah ada di usia senja. Ketika di saat kecilnya, para orang tua menjaga dan merawat anak-anak mereka tanpa pamrih dan ketika si anak telah mendapatkan kesuksesan, mereka merasa orang tua mereka sebagai beban dan lebih memilih membayar biaya perawatan di rumah jompo.

Mari melihat mereka yang memiliki kekurangan secara fisik. Mereka dilahirkan tidak sempurna. Mungkin mereka pun pernah bertanya mengapa mereka dilahirkan seperti itu. Mungkin mereka pun pernah merasakan perasaan putus asa bagaimana mereka harus menghadapi hidup, di tengah ketidaksempurnaan mereka.

Dan lihatlah apa yang mereka lakukan, mereka bertahan. Mereka hidup sekuat mereka. Menggunakan apa yang ada pada mereka untuk bertahan hidup dan berkarya. Tidak terlarut dalam kesedihan atau menjadikan mereka berputus asa.

Minna Sora No Shita.. Kita berada di bawah langit yang sama dengan mereka..
Maka, jika mereka bisa, mengapa kita tidak..

Kawan, ketika kesedihanmu sudah sedikit mereda, mari kita bersama-sama melihat hal-hal ini, untuk menyadari bahwa…
Nanimo kowakunai, hitori ja nai yo (tidak ada yang perlu ditakutkan, kita tidak sendirian).
Makenai yo tte, ganbaru yo tte (jangan menyerah, tetaplah berusaha yang terbaik).

Kenanglah orang tuamu di dalam hatimu. Kesedihanmu adalah hal yang wajar.
Dan jika suatu saat, rasa putus asa kembali mendatangimu.. Mari kembali melihat sekitar, untuk melihat bahwa banyak orang yang tidak seberuntung kita, sehingga kita bisa selalu bersyukur.

Minna Sora No Shita.. Kita berada di bawah langit yang sama dengan mereka..
Jika mereka bisa.. mengapa kita tidak..

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s