#TawuranKata : Bayangan

10 Oktober 2012 05.00
KRIIIIIIIIIING.. !!!!!

Setengah sadar, tanganku berusaha menggapai-gapai jam weker yang entah berada di mana.  Setelah berusaha sekian lama, akhirnya aku bisa juga mematikan  jam weker tersebut. Sekejap suasana menjadi senyap.  Kulirik jam weker yang sekarang berada di tanganku. Waktu telah menunjukkan pukul 5 pagi.
Aah.. sudah pagi ternyata. Kenapa kok perasaanku gak enak pagi ini…
Kemudian aku teringat… ooh, this is the day…

Aku menghela napas dan kembali memejamkan mata…

1 Januari 2012

HAPPY NEW YEAR!!!!!

Bunyi terompet bersahut-sahutan. Suasana sangat riuh menikmati tibanya awal tahun yang baru. Suasana sangat ceria dan gembira. Aku bersama teman-temanku ikut larut dalam kegembiraan.

Aku sangat bahagia malam ini. Rasanya tahun 2011 kemarin adalah tahun terbaikku. Hanya dalam waktu 3 tahun dan di umurku yang ke 26 tahun, aku, Khrisna Dwi Kurniawan, sudah dipercaya untuk menjadi pimpinan kantor cabang di bank tempat aku bekerja.  Bangga? Sudah pasti. Bahkan pimpinan kantor pusat, memberikan indikasi jika kinerja ku sebagai pimpinan kantor cabang ini bagus, bukan tidak mungkin aku akan diangkat ke level managerial yang lebih tinggi. Aku memandang tahun 2012 ini dengan penuh harapan akan karir yang cemerlang.

“Heh Khris.. ngelamun aja lo.. mikirin apaan sih..  malam ini mah kagak usah mikir.. kita have fun aja..

Sapaan Doni, sahabatku sejak SMU, membuyarkan lamunanku. Malam ini aku menikmati malam pergantian tahun dengan dia dan beberapa orang temannya. Kami sudah lama tidak bertemu karena dia bekerja di New York. Malam ini kebetulan dia di Indonesia karena harus menghadiri salah satu event yang diadakan oleh anak perusahaan tempat dia bekerja.

“Eh.. lo lo pada mau ke mana? Kita ke apartemen gue yo! Di sini suasananya udah gak asik,” ujar Bimo salah seorang teman Doni.

‘Kagak ah. Gue mau pulang aja. Udah ngeliyeng nih gue,” aku menolak.

“Alah Khris.. baru juga jam segini masa udah mau pulang?”

“Iya Khris, ayo ikutan aja. Kita kan udah lama gak ketemu. Lagian bahaya tahu nyetir sambil lo ngeliyeng gitu. Mending numpang di mobilnya Bimo.”

>>>><<<<

Malam semakin larut dan di rumah Bimo suasana semakin gila. Entah sudah berapa sloki yang kuminum. Sebetulnya kepalaku sudah berat, tapi aku enggan untuk berhenti.

“Oohh. gue baru inget. Gue punya barang bagus nih. Lo semua harus nyoba. Bisa bikin ngelayang tapi gak bikin nyandu.”

“Barang bagus apaan Bim? Boleh tuh kita ikutan nyoba…”

Antara sadar dan tidak, aku melihat Bimo memegang semacam suntikan yang telah berisi semacam cairan.

“Ini barangnya! Kita bagi-bagi ya. Gue cuma punya dikit. Mahal gila harganya, tapi cukup lah kalo cuma buat kita doank.”

“Eh gue enggak ikutan ah. Gue gak biasa pake yang begituan,” aku menolak.

“Ah, banci lo, Khris. Ini gak bikin nyandu,  percaya ama gue. Gue dulu pernah nyoba sekali. Rasanya enak bener, tapi setelahnya, gue gak pake juga gak papa. Beneran deh gak bikin nyandu,” Bimo berusaha meyakinkanku.

“Tapi.. itu suntikan kita pake bareng. Emang elo semua pada bersih ya?” aku masih mencoba menolak.

MAKSUD LO APA, KHRIS? LO NGEHINA KITA?!” Bimo nampaknya tersinggung mendengar kata-kataku tadi.

“Bim.. bim.. tenang .. maksud Khrisna bukan gitu. Khris, tenang aja, Bro. Kita bersih kok. Bimo tu teman baik gue.. gak mungkin la dia nyelakain gue.. dan gak mungkin juga gue nyelakain elo..”

Dan akhirnya , malam ini kami habiskan dengan mencoba barang yang dibawa Bimo..
Badanku serasa enteng. Rasanya aku sangat senang dan bahagia.
Indahnya dunia ini.

8 Agustus 2012
Entah kenapa, rasanya badanku belakangan ini cepat merasa lelah. Padahal banyak sekali pekerjaan yang harus kukerjakan.  Hari ini saja, padahal baru setengah hari, tapi rasanya aku sudah sangat lelah.

Di saat aku hampir setengah tertidur, handphone ku berbunyi.  Kulirik nomornya, nampaknya bukan nomor dari wilayah Indonesia.

“Halo.. Khrisna di sini..”
“Hei Khris.. gimana kabar lo?”

Aku terkejut mendengar suara Doni

“Heh, Don! Ada apa nih? Tumben banget lo nelpon gue hari gini? Lewat handphone lagi. Lo gak tidur apa jam segini?”

Kudengar Doni menghela nafas.. “Gue harus ngasih tau lo sesuatu, Khris.”
Mendengar nada dalam suara Doni, membuatku merasa merinding. Semacam perasaan buruk menyisip di hatiku.

“Ada apa, Don? Lo bikin gue takut aja nih.”

Hening.. lama tidak ada suara.

“Don! Lo masih di sana kan? Ada apa sih? Bikin penasaran aja lo.”

“Gue mau minta maaf sama lo, Khris.”
“Hah! Minta maaf kenapa lo? Tumben banget. Lebaran aja lo gak pernah minta maaf ke gue.”
“Gue … gue… positif HIV, Khris.”
HAH!!! Lo bilang apa?! Serius lo! Jangan bercanda deh!”  Aku langsung berdiri mendengar kata-kata Doni.
“Serius gue, Khris. Gue juga baru tau hasilnya minggu lalu.”
“Emang lo dapet dari mana tu penyakit? Kata lo, lo bersih?”
“Gue juga mikir, dari mana gue bisa dapetin ni penyakit. Selama ini gue hidup bersih.  Trus, gue inget pas malam tahun baru, kita sempet pake obat dari suntikan yang sama.”
“Trus, maksud lo??” Aku mulai panik
“Gue telpon Bimo. Gue bilang kondisi gue.”
“Trus, dia jawab apa?! DON!! Dia jawab apa??”
“Dia bilang, sebulan setelah malam tahun baru itu, dia didiagnosa mengidap HIV Positif. Pas malam tahun baru itu dia kagak tau kalo dia positif, makanya dia berani ngajak kita pake suntikan bareng.”
“Hah?! Gimana sih maksud, lo? Gue gak ngerti! La dia kan positifnya setelah pake suntikan ama kita, trus kok jadi lo bisa ketularan?”
“Gue nanyain itu ke dokter yang jadi konselor gue. Dan dia bilang, masa inkubasi sebelum bisa terdeteksi positif memang sekitar 1 sampai dengan 6 bulan. Dan selama masa inkubasi itu.. ternyata itu virus sudah bisa menular.”

Aku terduduk kembali ke kursiku. Rasanya tulang hilang semua.. lemas.. tak berdaya.

“Gue nelpon lo,  cuma pengen ngasih tau lo tentang ini. Sebaiknya lo ngelakuin tes juga, Khris. Gue berharap lo gak ketularan.”

Rasanya suara Doni berada di awang-awang. Aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

10 Oktober 2012  10.00
Aku duduk di ruang tunggu ini dengan perasaan tak menentu. Perlu waktu 1 bulan untukku mengumpulkan seluruh keberanian untuk melakukan tes HIV ini.  Dan hasilnya akan kudapatkan hari ini.  Rasanya, aku seperti akan mendengarkan keputusan hidup dan mati ku.

“Pak Khrisna, Dokter  Verta sudah menunggu di ruangannya. Silakan, Pak,” seorang suster memanggilku

“Selamat pagi, Dok.”
“Ah, Pak Khrisna. Silakan duduk. Bagaimana kondisi bapak pagi ini?”
“Saya tidak bisa tenang, Dok. Memikirkan hasil tes saya.”

Dokter Verta memegang selembar kertas yang nampaknya merupakan hasil dari tes HIV-ku.

Kuberanikan diri untuk bertanya lebih dulu
“Apakah itu hasil tesnya, Dok? Bagaimana hasilnya, Dok?”

Dokter Verta memandangku kemudian menjawab, “Pak Khrisna, berat bahwa saya harus menyampaikan ini. Tetapi, berdasarkan hasil tes ini, Pak Khrisna dinyatakan positif  terinfeksi HIV.”

Gelap… Duniaku seketika gelap. Tidak kudengar suara Dokter Verta yang memberikan penjelasan selanjutnya..

HIV… HIV.. HIV…
Rasanya kata-kata itu berputar-putar di kepalaku.
Kenikmatan satu malam, harus kutebus dengan seluruh hidupku.

Satu malam, yang telah menjadikan HIV sebagai bayanganku. Untuk seluruh hidupku.

Catatan :
Berbagai informasi tentang HIV diperoleh dari sini, sini, sini, sini dan sini

9 thoughts on “#TawuranKata : Bayangan

    1. terima kasih Mas…. ^__^

      terkadang hal yang ironis seperti itu terjadi pada diri kita atau lingkungan kita.. semoga kita bisa dihindarkan dari hal-hal seperti itu… aamiin..

  1. Dian chan and Ulez.. terima kasih.. ^__^ ini juga berkat pembelajaran dari teman-teman semua melalui #CeriTo dan #TawuranKata

    1. salam kenal juga mbak…
      iya mbak.. semoga semakin banyaknya informasi yang benar dan tepat bisa membuat masyarakat lebih waspada. Pada akhirnya berharap penyebaran HIV bisa berkurang.

      Terima kasih sudah mau mampir..🙂

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s