Pencarian…..

tumblr_m9wmzvT9Zn1qee12to1_1280

Akhirnya tiba juga…
tapi tempat ini malah membuatku tercenung…
kulihat kembali map yang ada di tanganku,  hanya berusaha memastikan bahwa aku berada di jalur yang benar…

Map ini sangat jelas.. seharusnya di sini aku bisa menemukannya. Tapi…  aku tidak pernah membayangkan bahwa aku harus berbasah-basahan.  Tahu gitu, mungkin aku harus bawa baju ganti tadi…

Dengan rasa malas yang membuncah, aku berenang menghampiri lingkaran beton raksasa itu.  Aku mencoba melihat ke dalam, tapi aku tidak bisa melihat apa pun, apalagi dasarnya.  There is no way back.  Hhhh… kuhela nafas untuk kemudian menarik nafas dalam, dan aku pun mulai menyelam.

Aku menyelam semakin dalam dan dalam, seolah-olah tidak ada dasar dan tidak ada jalan keluarnya.

Sudah dua menit nampaknya aku menyelam, tapi belum ada setitik cahaya pun di depan sana. Nafasku mulai terasa sesak.

Sudah lima menit. Walaupun aku biasa berenang dan menyelam, tapi aku tidak akan bisa menahan nafas lebih lama lagi. Rasanya dadaku sudah menggedor-gedor minta diisi oksigen.

Oksigen.. aku perlu oksigen..  Rasanya aku sudah tidak sanggup untuk menggerakkan anggota tubuhku.  Rasanya aku ingin menyerah. Ingin kuhela nafas.. dan kutarik lagi udara.. walaupun dalam hal ini, air akan ikut masuk ke paru-paru ku.  Mungkin itu lebih baik, pikirku.

Cahaya… akhirnya kulihat setitik cahaya. Aku memaksakan menggerakkan anggota tubuhku semakin cepat. Ingin kugapai cahaya itu secepatnya.

Huaaaa… uhuk.. uhuk.. uhuk …..
Aku muncul di permukaan air. Terengah-engah… Aku berusaha mencapai tepian sekuat tenaga. Sesampainya di tepian, ku geletakkan badanku sekenanya.
Aah.. Akhirnya aku keluar juga dari penyelaman yang rasanya berabad-abad itu.  Kutarik nafas dalam-dalam. Dengan rakus berusaha kuraih oksigen sebanyak-banyaknya. Berusaha mengisi paru-paruku dengan oksigen sepenuh-penuhnya.  Pelan-pelan kurasakan tubuhku mulai kembali lagi ke ritme yang normal.

Aku bangkit dan melihat sekitar. Baru kusadari, bahwa tempat keluarku adalah sebuah aliran sungai yang cukup tenang. Di sekitar ku, pemandangannya sangat indah.  Pohon-pohon berjejer rapi. Bunga-bunga bermekaran dengan indahnya. Sekilas kulihat, ada jalan setapak yang menuju sebuah rumah kecil, tapi nampak indah.

Apakah kamu tidak apa-apa?
sebuah suara mengangetkanku. Aku menoleh dan terpana melihat orang yang menyapaku.

MIA!!! Kamu Mia kan??

Wanita itu tampak terkejut… Iya, saya Mia. Kamu siapa ya? Dan bagaimana kamu bisa tiba di sini? Tidak ada seorang pun yang pernah datang ke sini sebelumnya.. sesudah saya…

Aku Hans, Mia.. Hans!! apakah kau tidak bisa mengenaliku..?

Hans? Hans? tapi mengapa kau nampak lebih tua dari terakhir kali kita bertemu? Dan bagaimana kau bisa muncul di sini dengan tiba-tiba begini??

Tentu saja Mia!! Kita tidak bertemu selama sepuluh tahun. Kau menghilang begitu saja di hari pernikahan kita !!!  Kemana saja kau selama ini?!!    Rasa lelah, rasa marah, rasa kecewa menjadi satu dan rasanya ingin kulampiaskan pada makhluk indah di depanku ini. Aku bahkan tidak berminat untuk menceritakan bagaimana akhirnya aku bisa muncul di depannya seperti ini.

SEPULUH TAHUN??!! Kau bilang sepuluh tahun? Tapi… bagaimana mungkin? Mengapa bisa selama itu? Tidak mungkin sudah selama itu….   Mia nampak sangat terkejut.

Kupandangi wanita di depanku ini. Wanita yang sangat kucintai. Wanita yang menghilang tepat di hari pernikahan kami dan tidak ada seorang pun yang tahu dia pergi ke mana. Wanita yang kucari selama sepuluh tahun terakhir ini.. hanya untuk mendapatkan sebuah jawaban.. mengapa dia meninggalkanku…

Kupandangi dia… dan aku mulai melihat bahwa dia tidak bertambah tua sedikit pun. Dia tetap secantik Mia dalam bayanganku.

Aku mendekat ke arahnya.. dan mengelus pelan kepalanya. Sebuah kebiasaan kecil yang ternyata belum bisa kuhilangkan.

Iya sayang. Sudah sepuluh tahun kita tidak bertemu. Mengapa kau pergi di hari pernikahan kita? Mengapa kau meninggalkanku? Apakah sebegitu buruknya menikah denganku sehingga kau harus meninggalkanku tepat di hari bahagia itu.?  Akhirnya kukeluarkan juga semua pertanyaan yang menghantui ku selama sepuluh tahun ini. Kurasakan air mata menetes di pipiku, tapi tidak kupedulikan.

Tidak sayang. Bukan begitu. Aku tidak pernah mau meninggalkanmu, bahkan dalam mimpi sekalipun.

Lantas.. apa yang terjadi? Kenyataannya adalah.. kau menghilang di hari pernikahan kita?

Aku tidak tahu apakah kau akan percaya pada ceritaku.

Sudah!! Ceritakan saja.. dan biarkan aku yang menentukan apakah aku akan percaya atau tidak.

Di malam sebelum pernikahan kita, aku sangat gelisah. Aku tidak bisa tidur. Aku khawatir, jika aku tertidur, kemudian aku terbangun, ternyata aku tersadar bahwa pernikahan itu hanya mimpiku.  Akhirnya aku keluar rumah hanya untuk menenangkan pikiranku.  Aku berjalan tanpa arah sambil melamun. Ketakutan-ketakutan silih berganti muncul di otak ku. Dan aku paling takut, ketika aku beranjak tua, kau akan meninggalkanku untuk wanita lain yang lebih muda.  Aku tahu aku tidak akan bisa menghadapi hal seperti itu. Tanpa sadar aku berucap bahwa aku tidak ingin menjadi tua.

Bodoh sekali kau berpikiran seperti itu? Kau pikir sedangkal itu cintaku padamu ? 

Maafkan aku.. aku sendiri tidak tahu mengapa aku berpikiran seperti itu.

Aahh.. aku memang tidak pernah bisa marah pada wanita ini. Kupeluk dia dan kukecup keningnya.  Apa yang terjadi kemudian?

Kamu tahu rumah kecil di ujung jalan dekat rumahku?  Aku mengangguk mengiyakan.

Entah kenapa, tiba-tiba malam itu banyak sekali kunang-kunang di dalam rumah itu.  Perhatianku tertarik oleh kunang-kunang yang bergerak bebas,  menimbulkan cahaya-cahaya kecil yang berpendar-pendar dan menjadikan rumah itu tampak lebih indah.  Aku memasuki rumah tersebut, bermain-main bersama kunang-kunang.  Tiba-tiba saja, seluruh rasa khawatirku menghilang dan aku menjadi sangat tenang.  Ketika aku keluar dari pintu rumah itu……

Dia terdiam., nampak ragu. Seakan dia pun tidak percaya pada ceritanya.

Ketika kau keluar dari rumah itu…. apa yang terjadi sayang? Aku berusaha membuat dia kembali bercerita.

Dia masih nampak ragu-ragu…
Aku membiarkannya. Menunggunya hingga dia yakin untuk melanjutkan ceritanya.  Aku sangat hafal dengan sifatnya. Aku hanya mengelus-ngelus kepalanya, seolah-olah memberikan dia keberanian untuk melanjutkan ceritanya.

Ketika aku keluar dari pintu rumah itu… aku muncul di tempat ini.

Seketika tanganku terhenti. Kulepaskan pelukanku dan kutatap matanya..
Tapi Mia sayang.. itu tidak mungkin.!!!  Apakah kau tahu bahwa untuk mencapai tempat ini, aku harus menempuh perjalanan yang tidak mudah.. dan yang paling parah hampir mati karena tidak kuat menahan nafas untuk dapat keluar dari sungai ini !!!!

Tapi itu yang sebenarnya terjadi!!  Aku sendiri terkejut ketika melihat pemandangan ini. Aku sangat tahu bahwa ini bukan daerah kita. Kau tahu sendiri bahwa aku sangat menghafal setiap inci daerah kita.

Tapi… tapi.. bagaimana mungkin?? Dan jika pun itu benar adanya, mengapa kau tidak kembali melewati pintu tersebut? bukankah kau akan kembali ke rumah kecil itu?

Aku sudah mencobanya.. tapi tidak berhasil. Aku masuk lagi ke rumah ini.. dan ketika keluar, aku masih berada di daerah sini. Berulangkali hal tersebut kulakukan, tapi tetap tidak berhasil  Aku mencoba bertanya pada orang di daerah sini.. tapi  Aku.. aku bahkan tidak bisa bertanya pada siapa pun di sini. Tidak ada seorang pun di sini. Kucoba berbagai cara yang ku bisa dan terpikir oleh ku untuk dapat keluar dari sini, tapi semuanya nihil.. tidak berhasil.  Kamu tahu, aku menjadi sangat ketakutan. Ketakutan tidak dapat bertemu denganmu lagi. Tapi aku yakin, kau akan mencariku dan kau akan menemukanku.  Tapi.. sepuluh tahun? tidak mungkin selama itu aku berada di sini… Dia termangu dan nampak sibuk dengan pikirannya.

Aku terdiam.  Berusaha mencerna ceritanya. Apakah ini khayalannya belaka? Kalaupun iya, apa untungnya dia menceritakan semua itu? Akan beda ceritanya jika saat ini aku melihat dia bersama lelaki lain. Tapi, tidak kulihat seorang pun ada di daerah ini.
Dan akhirnya aku memutuskan… aku tidak perduli.  Aku telah menemukan Mia-ku. Aku telah bersamanya kembali. Di manapun kami berada saat ini, asalkan bersamanya, itu tidak masalah.

Sudahlah sayang. Tidak usah kau pikirkan. Yang penting aku sudah bertemu denganmu dan kita bersama saat ini. 

Tapi.. bagaimana kalau kita tidak bisa kembali ke daerah kita Hans? Tidak bisa bertemu dengan keluarga kita yang lainnya Hans? Mereka pasti akan sangat sedih dan khawatir …

Itu tidak masalah. Selama bersama mu, aku bersedia di manapun. Bersama-sama, akan kita cari jalan keluar dari tempat ini.

Dia memandangku.. dan kemudian menangis… Aku merindukanmu Hans.. sangat merindukanmu…
Aku merindukanmu juga sayang….

Aku mendekapnya dan kurasakan dunia sudah sempurna dengan dia di dekapanku.
Kupejamkan mataku.. dan aku merasa sangat bahagia.
Selesai sudah, pencarianku selama ini…

KRIIIIIIIIIIINGGGGGGG……………………………………………..

Aku tergeragap, membuka mata dan mencari sumber suara yang memekakkan telingaku.  Setelah berjuang beberapa saat, akhirnya bisa juga kumatikan benda berisik itu.  Kemudian aku menyadari sesuatu yang aneh…
Aku berada di kamarku.. di atas tempat tidurku …

SIAL!!! Ternyata itu semua mimpi……!!!!

Catatan :
Gambar dan Ide awalnya nya dari sini ni….

2 thoughts on “Pencarian…..

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s