Bumi Cinta

7861169

Bumi Cinta ini ditulis oleh Habiburahman El Shirazy atau yang biasa dipanggil Kang Abik, yang juga menulis novel Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta dan beberapa novel lainnya.

Bumi Cinta ini menceritakan perjuangan seorang santri salaf yang bernama Muhammad Ayyas, yang harus hidup di Moskwa, Rusia selama beberapa bulan untuk kepentingan pembuatan tesis S2-nya.  Tesisnya mengambil subjek Sejarah Islam di Rusia, fokus pada kehidupan Umat Islam di Rusia di Masa Pemerintahan Stalin.  Dia diharuskan oleh pembimbing tesisnya Profesor Najmuddin Ashgar di New Delhi India, untuk melakukan riset langsung ke Rusia di bawah bimbingan Profesor Abramov Tomskii yang merupakan seorang Guru Besar Sejarah Asia Tengah Universitas Negeri Moskwa atau Moskovskyj Gosudarstvennyj Universiteit imeni Lomonosova (MGU).

Di Rusia, Ayyas harus menghadapi godaan-godaan iman yang dahsyat, jika dibandingkan selama dia hidup di Madinah atau India. Rusia, menurut buku ini, adalah negara paling bebas sedunia. Penganut free sex dan pengakses situs porno terbesar di dunia. Nonik-nonik Rusia terkenal cantik-cantik dan berparas jelita.  Wanita, merupakan salah satu di antara senjata setan untuk menggoda manusia.  Dan Ayyas harus berhadapan dengan para nonik-nonik Moskwa tersebut setiap harinya.

Ada Yelena, seorang pelacur papan atas di Moskwa. Ada Linor, pemain biola, wartawati dan juga seorang agen zionis Israel. Ada Doktor Anastasi Palazzo, yang merupakan asisten dari Profesor Tomskii, yang menjadi pembimbing Ayyas dikarenakan sang profesor ada tugas ke Istanbul. Ketiganya adalah nonik-nonik Rusia yang berparas cantik, dan dua di antara mereka yaitu Yelena dan Linor hidup se-apartemen dengan Ayyas.

Membaca buku ini sungguh menyenangkan, memberikan inspirasi dan dapat mengambil petuah dari dalamnya. Seperti buku-buku Kang Abik yang lainnya, selalu ada nasehat yang terkandung di dalam untaian kata-kata di novelnya.

  1. Allah Maha Melihat dan Dia lah yang Maha Memberi Petunjuk
    Ada satu bagian di dalam novel ini yang menceritakan bahwa Linor mencoba mennggoda Ayyas. Dia menggunakan pakaian yang jika dia gunakan, niscaya lelaki manapun tidak akan sanggup untuk menolak rayuannya. Dia bahkan nekat untuk masuk ke kamar Ayyas ketika Ayyas sedang sholat. Sesungguhnya saat itu, Ayyas sudah hampir tergoda dengan rayuan Linor. Dia sempat berpikir bahwa tidak akan ada orang yang tahu jika dia mengikuti ajakan Linor. Kehormatannya tidak akan jatuh karena tidak akan ada yang mengetahuinya. Hampir saja dia tergelincir pada dosa besar. Jika Allah tidak berkehendak memberikan petunjuk-Nya, niscaya Ayyas sudah tergelincir pada dosar besar tersebut. Akan tetapi, Allah masih memberikan petunjuk-Nya. Secara tiba-tiba Ayyas teringat bahwa akan selalu ada yang melihat perbuatannya, walaupun seluruh manusia di muka bumi tidak ada yang tahu, yaitu Allah,  karena Dia Maha Melihat
  2. Rencana Allah selalu lebih sempurna dibandingkan rencana manusia
    Para agen zionis Israel di Rusia berencana untuk melakukan pengeboman di hotel Metropole Moskwa dengan sasaran seorang pejabat penting dari Inggris. Pejabat itu akan dijaga untuk tetap selamat walalupun terluka karena yang mereka harapkan adalah efek dari pengeboman tersebut. Mereka berencana untuk menggunakan Ayyas sebagai kambing hitam dari pengeboman tersebut. Salah seorang dari agen zionis tersebut akan menyamar seperti Ayyas untuk berada di hotel  di hari pengeboman. Mereka pun akan meletakkan bahan-bahan peledak yang belum dirakit di kamar Ayyas, di mana Linor berperan dalam hal ini.  Jika melihat skenario mereka, sungguh tidak ada jalan bagi Ayyas untuk membela diri.
    Tapi Allah Maha Besar. Manusia boleh berencana, dan Allah pula lha yang menentukan.  Di hari pengeboman, Ayyas diundang oleh sebuah televisi untuk melakukan talk show dengan tema “Rusia Berbicara”. Oleh karena itu, ketika tuduhan dilancarkan padanya, dia memiliki alibi yang jelas, seterang matahari di siang bolong. Bahan peledak yang belum dirakit yang disiapkan di kamarnya pun tidak dapat dibuktikan keberadaannya. Hal ini disebabkan, sebelum acara tersebut Ayyas telah berpindah apartemen, dan kamarnya digunakan oleh orang lain. Tas yang berisi bahan peledak tersebut telah disingkirkan oleh Yelena saat menyiapkan kamar tersebut untuk penghuni baru di kamar Ayyas.
  3. Hidayah Allah bisa turun pada siapa pun yang Dia kehendaki
    Devid seorang kawan lama Ayyas yang tinggal di St. Petersburg adalah penganut hidup bebas, dan dia pun tidak percaya pada Tuhan. Begitupun dengan Yelena. Sementara Linor adalah seorang Yahudi yang terdoktrin oleh para agen zionis sehingga sangat membenci Islam.  Pada akhirnya, ketiga orang tersebut memeluk Islam dengan jalan yang telah ditentukan oleh Allah. Sungguh, hanya Allah lah yang bisa memberikan hidayah pada siapa pun yang Dia kehendaki.
  4. Lingkungan sangat menentukan.
    Ketika hidup di pesantren di Jawa ataupun menempuh S1 di Madinah atau ketika menempuh pendidikan S2 di New Delhi, India, Ayyas merasakan kemudahan-kemudahan untuk menjalankan ibadah dan keimanannya. Akan tetapi, ketika dia datang ke Moskwa, godaan yang datang kepadanya sangat dahsyat.
    OOT – Berkaca pada hal ini, pernahkah kita menyadari bahwa Allah menempatkan kita di suatu tempat bukan tanpa sebab. Kemudahan untuk melakukan ibadah kepada-Nya dan untuk mempertahankan keimanan adalah suatu nikmat yang terkadang kita lalai untuk mensyukurinya.

Buku Bumi Cinta ini sangat menarik untuk dibaca. Kita bisa sedikit mempelajari sejarah Rusia, sedikit mengenal sejarah komunis di masa Lenin dan Stalin, dan menambah ilmu tentang keimaanan kepada Tuhan.

As other books from Kang Abik.. this book also amazing… ^__^

 

Gambar diambil dari sini

2 thoughts on “Bumi Cinta

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s