Ini bukan surat cinta Bang

Hai Bang Vabyo aka Valiant Budi,

Bolehkan saya manggil Bang Vabyo? kayaknya lebih enak didengar dibandingkan kak, mas, Aa’ maupun akang. Terus terang aja, saya tidak pernah bikin surat untuk idola saya, mikirnya emang kenapa juga, secara kan kita pasti hanya segelintir dari segitu banyak fans nya.  Tapi, mumpung ada kesempatan, saya jadi deh nulis surat ini buat bang Vabyo…🙂

Saya jatuh suka dengan bang Vabyo, eh bukan, dengan buku-buku Bang Vabyo sejak saya membaca Kedai 1001 Mimpi.  Banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa saya ambil dari buku tersebut.  Buku tersebut mengajarkan saya untuk memiliki pandangan luas dan tidak gampang terdoktrin. Yet,  Arab walaupun mayoritas muslim tapi mereka memiliki budaya, sama seperti semua negara di dunia ini, dan belum tentu budaya tersebut sesuai dengan ajaran Islam. Buku tersebut juga mengajarkan bahwa tidak semua kebenaran itu bisa diterima semua orang dengan lapang dada. Dan Bang Vabyo sudah membuktikannya. Syukurlah masih bisa bertahan walaupun menghadapi teror dari mana pun.  Oya, buku ini juga membuat saya jadi pingin minum kopi.🙂

Dari buku Kedai 1001 Mimpi, baru saya menikmati Joker dan Bintang Bunting. Wow! Superb! Itu yang bisa saya katakan ketika membaca kedua buku tersebut. Alur yang tidak dapat ditebak dan ending yang di luar perkiraan. Buku-buku tersebut mengingatkan saya pada pengarang favorit saya Dan Brown, walaupun kalau boleh honest he is better than you Bang… Please no hurt feeling Bang🙂

Buku lainnya adalah KalaKali. Buku duet bareng dengan Mbak Windy ini benar-benar saya nantikan sejak woro-woronya beredar di TL.  Ramalan dari Desa Emas sukses membuat saya tidak bisa berhenti membacanya sampai habis walaupun mata terkadang tidak bisa diajak kompromi. Akhir yang di luar perkiraan membuat saya tercengang. Dan satu lagi, Nike Ardilla?? I think we live in the same generation.😀

Masih ada beberapa buku Bang Vabyo yang lain, tapi masih belum dapat terbeli dan masih harus nongkrong di wishlist. 😦

Hmm, segitu dulu ya Bang surat dari saya. Saya terus menunggu tulisan-tulisan dari Bang Vabyo, bahkan yang lewat blog sekalipun.
Selamat terus berkarya ya…. ^__^

Regards,
Your fans

4 thoughts on “Ini bukan surat cinta Bang

    1. duh, warungnya jauh euy..padahal pengen sih ke sana.
      saya ini di jawa timur, tapi kalo suatu saat ke bandung, insya Allah saya sempetin ke warungnya.. pengen ketemu..😀

      1. emang kamu di bandung juga? wah, tiasa nyarios sunda donk? saya lahir di bandung sampe kelas 3 SD trus pindah-pindah. bisanya bahasa sunda cuma itu doank😀

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s