Skenario-Mu ya Rabb

Pernah gak sih ketika menghadapi suatu kejadian yang tidak mengenakkan, pikiran kita udah bawaannya negatif mulu? Sudah ngomel-ngomel aja, ngedumel, tidak terima, pingin marah dan lain sebagainya. Akan tetapi, setelahnya, baru kita memahami, bahwa di balik kejadian yang tidak mengenakkan itu ada suatu kebaikan yang Allah maksudkan untuk kita.

Saya pernah, bisa juga dibilang sering mungkin. Dan yang terbaru adalah kejadian malam ini.

Malam ini, saya baru bisa meninggalkan kota Surabaya dan tiba di Terminal Bungurasih jam 19.30 WIB. Malam senin, jurusan Pasuruan, Probolinggo dan Banyuwangi cenderung sepi, sehingga saya memutuskan untuk naik bus biasa saja. Apalagi saya juga turunnya di Bangil.

Ada beberapa bus yang mengantri di jajaran bus jurusan Pasuruan. Saya tahu, bahwa bus denga merk tertentu, biasanya tidak mau kalau tujuannya hanya sampai Bangil. Biasanya kalau hari Sabtu, saya akan berbohong (ups!!) dan berkata saya turun Probolinggo. Saya tetap membayar Probolinggo walaupun saya tetap turun di Bangil.  Malam ini, dikarenakan saya pikir malam Senin dan bakalan rada sepi, bus merk tersebut bakalan anteng aja dan menerima penumpang walaupun jarak dekat.

Dengan PD tingkat dewa, saya naik ke bus tersebut. Masih dalam posisi mencari tempat duduk, seseorang dengan seragam bus tersebut, berkoar-koar “Yang turun Bangil naik di belakang.. Yang turun Bangil naik di belakang”.  Ketika melihat saya, dia bertanya “turun mana mbak?” dan entah angin apa, saya dengan polosnya menjawab “Bangil Pak”. “Oh, ikut belakang aja Mbak”. Antara setengah menyesali kebodohan atas kejujuran saya dan jengkel dengan orang tersebut, saya turun dari bus itu dan naik bus di belakangnya.

Untuk informasi, bagi yang tidak terbiasa naik bus umum. Setiap bus di terminal itu punya waktu tunggu tertentu. Yang pernah saya perhatikan, kalo bus jurusan Malang-Surabaya vice versa biasanya waktu tunggunya sekitar 5-10 menit, sementara jika bus jurusan Malang-Probolinggo or Surabaya-Probolinggo, waktu tunggunya sekitar 20-30 menit.  Jadi, jika saya naik bus di belakangnya, sementara bus di depan aja belum jalan, waktu tunggunya aja sudah kelihatan 30-40 menit sendiri. Dalam kondisi saya yang sudah kemalaman, hal tersebut sedikit mengkhawatirkan.

Biasanya, ketika menunggu bus seperti itu, saya bisa menyibukkan diri dengan maenan hp atau membaca buku. Akan tetapi, tadi itu saya cuma bisa bengong, melamun sambil berharap bahwa bus di depan segera berangkat sehingga bus yang saya naiki bisa segera antri di paling depan dan berangkat. Tunggu punya tunggu, akhirnya, bus yang saya naiki berangkat sekitar 25 menit kemudian. Not so bad … 😀

Biasanya, setelah membayar karcis, saya bisa langsung tertidur di bus. Akan tetapi, tadi saya hanya bisa tidur-tidur ayam yang sebentar-sebentar bangun. Sesekali saya juga berbincang-bincang dengan bapak yang duduk di sebelah saya. Karena saya tidak tidur, saya jadi tahu bahwa bus itu tidak melewati jalan arteri, melainkan lewat jalan raya Porong. Biasanya jalan raya Porong ini jarang dilewati bus dikarenakan sering macet karena lumpur lapindo.

Selang beberapa menit kemudian, terlihat sekumpulan orang yang menunggu di tepi jalan dan jumlahnya cukup banyak. Saya mengira hal tersebut disebabkan jalan raya Porong jarang dilewatin bus, sehingga orang-orang yang bermaksud mencegat di daerah itu jadi menumpuk sebegitu banyak. Ternyata perkiraan saya meleset. Sekumpulan orang tersebut adalah operan dari bus dengan merk tertentu yang busnya mogok di tengah jalan. Setengah tidak percaya saya melihat bahwa bus yang mogok itu adalah bus yang tadinya akan saya naiki.

Deg! “Alhamdulillah”. Seketika itu juga saya mengucapkan syukur karena saya ditempatkan di bus belakang bus merk tertentu itu. Seandainya tidak, maka saya akan berada di tepi jalan raya Porong tersebut, menunggu bus lain yang bisa menampung kami.

Allah dengan cara-Nya, telah menyelamatkan saya dari kejadian yang lebih tidak mengenakkan. Skenario-Nya telah mengatur saya untuk menggunakan bus yang walaupun berangkatnya lebih lambat, tetapi tiba lebih cepat daripada bus di depannya. Bahkan Dia mengatur sedemikian rupa sehingga saya dapat tiba di kos-an lebih cepat dari yang saya perkirakan.

Subhanllah… Alhamdulillah… Lagi, dan sekali lagi saya diperingatkan dan ditunjukkan bahwa Dia lah Sutradara Yang Maha Sempurna. Skenario-Nya lah yang terbaik. Apa yang nampak baik bagi kita, belum tentu baik menurut-Nya. Dan apa yang nampak buruk bagi kita, belum tentu buruk menurut-Nya.

4 thoughts on “Skenario-Mu ya Rabb

  1. Subhanallah banget ya mbak ^__^
    Aku juga pernah tuh pas dari Pandaan, malem minggu mau pulang ke Tuban agak sorean. Pas naik ojek, udah pesen ke bapaknya supaya cepet2 biar gak ketinggalan bus, dan benar! Sampai di terminalnya bus arah Surabaya sudah mulai bergerak dan ada beberapa penumpang berdiri. Aku minta tolong ke bapaknya supaya nyusulin bus tadi, gak kebayang bus belakangnya bakalan lewat jam berapa dan pasti lebih sesak lagi.
    Si bapak ojek pun berbaik hati ngejar bus sampai nyeberang ke daerah ramai tapi tetap saja tak terkejar. Lalu si bapaknya nawarin balik ke terminal. Ya sudah, akhirnya sambil pasrah saya mau diantar ke terminal.
    Dan begitu sampai terminal, ternyata gak pake nunggu disana sudah ada 1 bus ekonomi, ber-AC, dan gelondangan, jadi msh bisa milih tempat duduk. Alhamduilillah …
    Padahal kalau maksa naik bus yang tadi, sudah busnya panas gak ber-AC, terancam berdiri sampai Bungurasih pula.
    Memang ya mbak, pelajaran dari Allah bisa datang lewat apa saja, termasuk saat naik bus umum

    1. Subhanallah… iya betul banget…. Sesungguhnya bumi ini tempat belajar bagi yang mau belajar kan ya….🙂

  2. sering banget seperti itu,,sudah kecewa akan suatu hal yg ga sesuai dengan perkiraan kita, padahal ternyata disiapkan hal yg lebih bagus dr yg kita mau..

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s