Tentang Menulis by Windy Ariestanty

Ini adalah serba-serbi menulis dari tweet-nya Mbak Windy Ariestanty tadi sore :

  • sebuah tulisan dinilai baik bila tulisan itu baik dari seluruh aspek, bukan salah satu saja
  • untuk paham sebuah tulisan yang baik, maka penulis pun harus paham aspek-aspek apa saja yang membuat tulisan menjadi baik.
  • tulislah dengan cepat! agar bisa menulis cepat, maka tulislah dengan buruk. Namun, setelah itu, editlah tulisanmu dengan baik
  • agar kau bisa mengedit tulisanmu dengan baik, maka kau pun harus paham tulisan yang baik itu seperti apa
  • bila kita sudah paham menulis yang baik seperti apa, biasanya kita bisa mengedit dengan baik. apakah terlihat benang merahnya?🙂
  • karena itu, penulis butuh memiliki ketekunan membaca. semakin banyak membaca, semakin banyak teknik menulis yang dipelajarinya.
  • dan, ya, membaca memerlukan ketekunan. ini salah satu alasan gue belajar menerjemahkan sebuah buku. belajar dari penulis lain.
  • ‘kenapa kau anggap karya sastra itu ruwet? mungkin karena pikiranmu yang menganggap itu ruwet,’ kata a.s laksana
  • bila kau memang membaca sebuah karya yang ruwet, itu (mungkin) karena penulisnya tidak mampu bertutur jernih
  • ketika menulis, cobalah beragam strategi
  • Karena cerita adalah rangkaian kejadian, maka ceritakan melalui adegan dan kejadian. Bukan melalui penuturan si pengarang. (by Jakarta School via Windy)
  • Metafora adalah menyampaikan A dengan cara B, bukan dengan cara berbunga-bunga. Cerita menjadi petuah bila tidak menggunakan metafora. (by Jakarta School via Windy)
  • Fiksi harus logis. Harus selalu logis. Semua yang disampaikan di dalamnya harus selalu bisa dipertanggungjawabkan (by Jakarta School via Windy)
  • kunci untuk membuat fiksi yang logis adalah ada alasan untuk setiap rangkaian kejadian
  • agar bisa menggerakkan cerita, maka penulis harus mengalami. banyak membaca adalah salah satu cara agar penulis mengalami.
  • dengan membaca karya-karya yang bagus & mempelajari teknik-teknik penulisan yang diterapkan, penulis bisa membuat karya bagus
  • jangan biarkan ceritamu berlarut-larut. agar cerita bisa bergerak lebih cepat, masukkan dialog. Itu salah satu fungsi dialog
  • namun, jangan mentranskripsi percakapan sehari-harimu ke dalam dialog. pilihlah dialog yang menguatkan dan menggerakkan cerita.
  • bila dialog membuat cerita bergerak terlalu cepat, maka tambahkan narasi pada tulisan atau ceritamu
  • ingat, dialog digunakan karena apabila dinarasikan, hal tersebut dianggap tak cukup menimbulkan kesan yang kuat pada tulisan.
  • bila ‘sesuatu’ sudah ada di dalam dialog, maka tersebut tak perlu dinarasikan. begitu pula sebaliknya.
  • sampaikan hal yang penting sekali saja!
  • ingin mahir menulis? hanya ada satu cara: terus menulis itu sendiri.

Thank you untuk share tentang menulis Mbak Windy…🙂

 

2 thoughts on “Tentang Menulis by Windy Ariestanty

  1. ‘tulislah dengan cepat’ adalah satu hal yang sangat ingin saya kuasai. seringkali saya hanya menulis satu atau dua paragraf dan berhenti karena sering memaksakan diri untuk menulis sesuatu yang bagus sejak awal.

    anyway, thanks for sharing this helpful tips.

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s