Jangan sampai menyesal

Tadi malam mendapat kabar bahwa ayah dari seorang teman baik saya meninggal dunia. Beliau memang sedang sakit terkena stroke dan dalam pengobatan di Jakarta. Manusia berusaha, Allah juga yang menentukan. Innalillahi wa innalillahi rojiun.

Saya bisa merasakan bagaimana perasaan teman saya saat itu, karena saya pun pernah merasakan di situasi yang sama. Kehilangan orang tua, entah di saat kita masih kecil, remaja ataupun dewasa, pasti lah tetap merupakan hal yang berat. Pertanyaan besar, apakah kita sudah cukup membahagiakan mereka ? selalu menjadi momok.

Saya sendiri merasa belum pernah melakukan apa pun yang membanggakan orang tua saya atau berbuat baik kepada mereka dengan keringat saya sendiri. Belum, saya belum sampai pada taraf itu ketika Allah memanggil kedua orang tua saya.

Saya mengikuti cerita teman saya. Tentang bagaimana dia dengan orang tuanya. Tentang bagaimana saudara-saudaranya dengan orang tuanya.  Tentang bagaimana interaksi mereka dengan orang tuanya.

Sebagai anak, terkadang kita lupa bahwa orang tua kita pun bertambah usianya, sama dengan kita. Ketika kita sibuk mengejar kebahagiaan kita, entah itu cita-cita ataupun cinta, terkadang kita sedikit mengesampingkan mereka. Kita lupa bahwa mereka bisa pergi kapan saja.

Sebagai anak, terkadang kita juga mungkin pernah merasa berbangga diri ketika bisa memberi orang tua kita dengan hasil keringat kita sendiri. Bahkan, mungkin ada di antara kita yang menanggung biaya hidup orang tua kita. Ada yang ikhlas, ada yang ngersulo, ada yang merasa sudah berbuat banyak dengan kebaikan mereka. Mungkin, ada pula yang hitung-hitungan dengan orang tua, atas apa yang kita beri ke mereka, dari hasil jerih payah kita.

Padahal, apa yang kita perbuat ke mereka, perbuatan baik kepada mereka, tidak akan pernah membalas jasa dan cinta kasih mereka kepada kita. Yang bisa kita lakukan sebagai anak adalah berbuat baik kepada orang tua dan tidak dapat disebut sebagai balas jasa kepada mereka. Cinta dan kasih sayang mereka, akan selalu lebih besar dari perbuatan baik kita kepada mereka.

Maka, apakah pantas, ketika dengan sedikit perbuatan baik itu kita menyakiti hati mereka. Seolah-olah kita sudah sangat berjasa kepada mereka karena menanggung hidup mereka.

Apakah pantas, ketika orang tua merasa tertekan telah merepotkan anaknya, dikarenakan si anak (seolah-olah) selalu memamerkan kebaikannya.

Apakah pantas, ketika orang tua menangis, dikarenakan sakit hati ketika mendengar semua ucapan anaknya ketika memberi kepada mereka.

Saya sudah tahu bagaimana rasanya kehilangan orang tua. Sometimes I wish, if I could pay, I want to pay, only to be able to hug them one more time. If I could pay, I want to pay, to talk to them, to share with them. Sometimes, I wish I could see them, to see their happy and proud expression when I have my happy and proud moment of me.  There were many moments that I wish they could see them. And there will be more…

Hidup ini singkat. Jangan pernah menyiakan-nyiakan waktu untuk menunjukkan rasa sayang kita terutama kepada orang tua.

Untuk mereka yang masih memiliki orang tua, sayangilah orang tua mu, berbuat baiklah kepada mereka karena kau tidak akan pernah tahu kapan mereka akan pergi meninggalkanmu. Jangan sampai ada penyesalan bahwa kau belum pernah berbuat baik kepada mereka ketika mereka masih hidup. Jangan ada penyeselan bahwa kau pernah menyakiti hati mereka dan belum meminta maaf atas itu. Karena, kamu tidak akan pernah bisa memutar waktu.

Ridho Allah terletak pada ridho orang tua.
Kemarahan Allah terletak pada kemarahan orang tua.

– sebuah renungan lain di hari Jum’at –

2 thoughts on “Jangan sampai menyesal

  1. kehilangan orang tua emang menyesakkan mbak. Tepat sehari setelah aku sidang pembahasan 24 januari 2013, om aku juga berpulang. Dia adalah bapak kedua aku.🙂

    Memang benar adanya, kita harus bisa membahagiakan kedua orang tua kita selagi mereka masih ada. Duh jadi pengen pulang. Kenapa awal bulan depan masih lama yak?🙂

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s