Nomadic Heart

17382495

Nomadic heart ini ditulis oleh Ariy (twitter @ariysoc). Sebelum buku ini, saya baru membaca tulisannya di TraveLove dengan tulisan yang berjudul Rendezvous, padahal dia telah mengeluarkan delapan buku lain sebelumnya.😀

Yang membuat saya tertarik dengan buku ini pertama kali adalah cover-nya. Yup, cover yang menunjukkan jejak kaki di atas pasir di tepi pantai. Bagi saya, cover itu seperti mengingatkan bahwa dalam interaksi kita dengan orang lain, sedikit banyak kita akan meninggalkan jejak di hati orang tersebut, begitu pun orang lain ke kita. Ada jejak yang mungkin segera hilang seperti jejak kaki di atas pasir yang tersapu ombak, ada pula yang lama hilangnya atau mungkin akan selalu bertahan di hati.

Nomadic heart menguatkan keyakinan saya bahwa hidup itu pilihan. Dalam hidup, kita akan selalu dihadapkan pada pilihan. Jadi, ambil pilihanmu, dan bertanggung-jawablah atas pilihanmu itu. Bagi saya, tidak ada yang salah dengan apa pun pilihan kita, selama hati kita yakin, kita merasa nyaman, dan kita merasa yakin bahwa itu akan mendapatkan kebaikan dan ridho dari-Nya.

Buku ini mungkin bisa dikategorikan buku traveling karena sedikit banyak menceritakan kegiatan traveling penulisnya. Akan tetapi, saya lebih suka sisi “hati” dari travelingnya bukan dari tempat travelingnya. Traveling atau perjalanan adalah persoalan, proses, dan bukan lagi melulu soal destinasi. Perjalanan adalah sebuah proses untuk memperkaya hati. Menurut Ariy juga, perjalanan adalah sarana berkontemplasi banyak hati dalam mencari jati diri, mencari jawab atas banyak pertanyaan hidup. Saya setuju sekali tentang hal ini.

Bagi saya, perjalanan akan mempertemukan kita dengan orang baru, membawa kita ke suasana baru, mengajak kita ke kondisi yang baru. Semua itu akan menempa kita untuk bagaimana menghadapi hidup, mengajak diri sendiri untuk lebih terbuka dalam melihat sesuatu, memaksa diri untuk menjadi dewasa.

Ada beberapa kalimat penulis yang saya suka dari buku ini.
“Aku percaya, di mana aku merasa nyaman, di sanalah seharusnya hatiku berada.”
“Mimpi itu batasnya langit…..”  (jadi beranilah bermimpi.. oh, kalau ini kalimat saya😀 )
“Being lost is the best way to find yourself”

Perjalanan akan membawa kita untuk melihat perbedaan. Bagi sebagian kita, mungkin berbeda itu menakutkan. Akan tetapi, bukankah itu yang menjadikan dunia berwarna. Bagi saya, perbedaan itu ada untuk dihargai. Mungkin, nilai yang dianut oleh orang lain tidak sama dengan kita. Mungkin, prinsip hidup orang lain salah menurut kita. Akan tetapi, selama kita bisa menghargainya, tidak ada pemaksaan untuk seragam baik dari kita ke mereka, atau mereka ke kita, kita dapat berjalan beriringan. Ini pun, salah satu poin yang bisa saya dapatkan dari Nomadic Heart ini.

Saya suka sampulnya.. saya suka tulisannya..  Nomadic heart, menurut saya, salah satu buku yang sebaiknya dibaca untuk mereka yang sedang melakukan kontemplasi diri, untuk mereka yang ingin melihat sisi lain dari sebuah traveling.

Have a nice read ^__^

#Gambar di tulisan ini diambil dari sini.

One thought on “Nomadic Heart

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s