Macet….

Macet lagi macet lagi..
Gara-gara si Komo lewat..

Itu sepenggal lagu di waktu kecil yang dinyanyiin oleh Kak Seto dan Komo.. *bikin ketauan umur*😀
Dulu, tidak pernah tahu kenapa macet bikin sebel secara saya berdomisili di Kalimantan di mana lalu lintas cenderung lancar.

Lain dulu, lain sekarang. Nampaknya macet sudah bukan hak prerogatif Jakarta lagi. Beberapa kota sudah mulai mengalami kemacetan. Bangil yang notabene sebuah kecamatan pun tidak terlepas dari kemacetan.😦

Mungkin bumi semakin sempit atau mungkin manusia yang semakin banyak. Apa pun itu belum ada solusi yang dapat secara signifikan mengurangi kemacetan.

Macet emang bikin bete. Saya yang seringan tidur di perjalanan terkadang sampai tidak bisa tidur lagi gara-gara macet, terutama jika sedang menuju kota Malang. Macet di Lawang dan Singosari seperti sudah menjadi kebiasaan. Apalagi kalau pas hari Sabtu, uwaaah.. Puol macetnya :|  dan yang disalahin malam minggu *pukpuk malam minggu*

Segala yang bernama macet emang gak enak. Jalanan macet, kredit macet dan macet cinta.. #eeh.

Postingan #Day6 yang tepat waktu ini dipersembahkan oleh macet parah menuju kota Malang😦

8 thoughts on “Macet….

  1. Macet cinta? Whhahahhahhaaa
    Kata mas Rangga Umara, itu namanya macet parah mbak, soalnya ndak bisa bergerak kemana2, ndak bisa berpindah ke lain hati aka susah muvon

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s