The Hunter

The Hunter_cover
Cover versi terbitan dalam terjemahan Bahasa Indonesia

The Hunter (Kogoeru Kiba dalam edisi bahasa Jepangnya) atau Pemburu dalam edisi bahasa Indonesia, adalah buku yang saya ambil secara acak di toko buku, tanpa ada referensi sebelumnya, tidak pula mengenal nama pengarangnya. Sekilas cerita di bagian belakang buku, cover yang ciamik dan penulis Jepang (Asa Nonami – yang bahkan saya belum pernah membaca satu pun bukunya sebelum ini), akhirnya membuat saya memutuskan untuk membeli buku ini.

Detektif Takako Otomichi adalah seorang polisi wanita di Unit Investigasi Bergerak Ketiga, Divisi Masalah Kriminal, Kepolisian Tokyo. Dia tidak hanya seorang polisi biasa tapi juga merupakan seekor “kadal”. ‘”Kadal” adalah para anggota terpilih dari unit investigasi bergerak yang bertugas sebagai polisi bersepeda motor atau yang kemampuan sepeda motornya paling cakap; apabila dibutuhkan mereka mungkin diperintahkan untuk membuntuti jejak seorang tersangka sendirian dengan bersepad motor (hal 205).

Detektif Tamotsu Takizawa, adalah seorang sersan yang bertugas di Markas Pusat Tachikawa di Departemen Kepolisian Metropolitan. Seorang detektif senior yang tidak senang mendapatkan partner seorang detektif wanita. Dia bahkan dijuluki “Penguin kasar” oleh Otomichi.

Kedua detektif tersebut dipasangkan sebagai mitra untuk melakukan investigasi atas pembunuhan, Teruo Hara (alias Takuma Sugiwara), yang dibunuh dengan cara dibakar di sebuah rumah makan keluarga. Penyelidikan atas kasus tersebut, menghadapkan mereka kepada kasus pembunuhan lainnya yang dilakukan secara keji. Kazuki Horikawa, Chieko Yoshii, dan Taku Mizutani, ketiganya terbunuh dengan kondisi leher yang terobek. Penyelidikan para polisi akhirnya menemukan bahwa ketiga pembunuhan kejam tersebut dilakukan oleh seekor anjing serigala yang sangat terlatih. Topan (Hayate dalam edisi bahasa Jepangnya) adalah seekor anjing serigala, keturunan Siberian Huski. Pemiliknya adalah seorang mantan polisi bernama Katsuhiro Kasahara alias Katsuhiro Takagi. Keempat pembunuhan tersebut, yang walaupun berbeda metode antara yang pertama dan tiga yang terakhir, sebetulnya adalah pembalasan dendam seorang ayah yang menganggap mereka berempat adalah orang-orang yang menyebabkan anaknya, Emiko, kecanduan heroin, shabu.

Siapa yang menyebabkan pembakaran atas Teruo Hara? dan bagaimana nasib Topan? Yaah, monggo dibaca sendiri😀

Ini pertama kalinya saya membaca buku Nonami-san, dan saya suka🙂
Sebetulnya, inti cerita dari buku ini sederhana : pembalasan dendam dan ketamakan. Akan tetapi, Nonami-san dapat merangkainya dengan pembunuhan yang tidak biasa, pembakaran dengan menggunakan pengatur waktu dan melibatkan seekor anjing serigala yang sangat terlatih.  Alur ceritanya fokus (khas orang Jepang nampaknya ini😀 ), narasi tentang daerah, tokoh dan penggambaran peristiwa serta kondisi korban digambarkan secara detail. Terkadang memang ada translasi yang dirasa kurang pas, tapi bagi saya tidak mengurangi kenikmatan membacanya.

The Hunter merupakan sebuah buku dengan ide cerita yang sederhana. Akan tetapi, dari buku ini saya belajar, bahwa terkadang manusia itu bisa lebih kejam dari binatang yang paling buas sekalipun. Binatang buas membunuh hanya untuk dapat bertahan hidup, sementara manusia bisa membunuh untuk sebab-sebab yang terkadang di luar rasio.

Apak kau tidak menyayangi Topan? Ia membunuh orang-orang itu untukmu. Apa itu satu-satunya alasan kau membesarkannya, sebagai alat untuk membalas dendam? Alasan ia mempercayaimu sepenuh hati, bukankah itu karena kasih sayang tak terhingga yang selalu kau curahkan kepadanya? (Otomichi kepada Kasahara – halaman 426).

Bukankah itu kewajibanmu, sebagai tuannya? Atau kau sengaja meninggalkannya sekarang? Setelah ia mewujudkan tujuan-tujuan itu bagimu, ia kaucampakkan begitu saja, apa itu keinginanmu? Bukankah ia keluarga? (Otomichi kepada Kasahara – halaman 427).

Bagi saya, kedua kutipan di atas memiliki makna yang dalam. Tentang bagaimana manusia bisa berusaha untuk menimbulkan kepercayaan pada makhluk hidup lainnya, untuk kemudian dapat pula dengan mudah mengkhianatinya atau menggunakan kepercayaan itu untuk tujuan-tujuan pribadinya.

Kepercayaan itu diperoleh, bukan dipaksakan…

In the end, walaupun terpilih secara acak, saya tidak menyesal membacanya… dan membelinya😀
Otsukaresama deshita Nonami san ^_^

5 thoughts on “The Hunter

    1. oh ya? kenapa gitu? Ceritanya kurang menarik kah?
      Aku yang belum selesai itu pride and prejudice, abis itu kan sebetulnya udah tahu ceritanya ya.. tapi nekat aja beli buku-nya.. jadi udah gk penasaran hihihi

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s