Tentang Orang Tua…

Pertama kali lihat iklan ini dari wall facebooknya Yayan. Kalau judulnya saja iklan idul fitri tersedih, yap, ini iklan perayaan idul fitri tersedih yang pernah saya tonton.

Fizi yang tunanetra dan Ahmad yang tunawicara, yatim piatu, tanpa sanak keluarga. Di hari raya Idul fitri pun, mereka terpaksa harus tetap berada di Panti Asuhan (?) karena mereka tidak memiliki sanak keluarga lainnya.  Dikarenakan Ahmad merindukan ibunya yang telah meninggal dunia, mereka berdua pergi menuju Segamat, untuk mengunjungi makam ibunya Ahmad.

Orang tua… terkadang kita tidak menyadari betapa berartinya mereka. Ketika mereka masih hidup, seringkali kita menyia-nyiakan mereka, mengabaikan mereka, tidak memperdulikan mereka, menyakiti mereka, bersikap kasar terhadap mereka. Dengan alasan kesibukan dan berjuta alasan lainnya, terkadang kita jarang menemui mereka, mengunjungi mereka.

Akan tetapi..
Tahukah.. bahwa ketika mereka telah meninggal dunia, kita seringkali berharap kita diberikan kesempatan kedua untuk dapat berbakti kepada mereka.
Tahukah.. bahwa ketika mereka telah tiada, terkadang yang kita inginkan hanyalah memeluk mereka, walaupun hanya dalam hitungan menit bahkan detik atau berharap merasakan kembali mereka mengelus kepala kita.
Tahukah.. bahwa ketika mereka telah tiada, terkadang kita ingin mencium tangan mereka, untuk meminta doa, meminta restu atas kegiatan kita.

Saya tahu.. karena saya telah merasakan kehilangan mereka. Di saat Ramadhan atau Idul Fitri seperti saat ini, ketiadaan mereka selalu lebih terasa.

Akan tetapi.. jika dibandingkan dengan Fizi dan Ahmad, atau berjuta anak yatim lainnya di luar sana, saya lebih beruntung. Saya masih memiliki kakak dan adik, saya masih punya sanak keluarga untuk berkumpul ketika Idul Fitri, saya diberi kelengkapan dan kesempurnaan secara fisik oleh Allah.

Saya lebih beruntung dari mereka karena walaupun kedua orang tua saya telah meninggal, saya pernah merasakan kasih sayang mereka. Pernah merasakan keutuhan sebuah keluarga.

Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang kita dustakan?

Saya telah kehilangan orang tua saya. Akan tetapi, saya tahu bahwa rencana Allah selalu indah. Ketiadaan orang tua saya tidak menjadikan saya tidak bisa berbakti kepada mereka.

Bagi mereka yang masih memiliki orang tua, sadarilah bahwa mereka sangat berjasa dalam hidup kita. Tanpa mereka, kita tidak akan bisa seperti sekarang ini. Seburuk apa pun mereka, mereka tetap orang tua yang harus dihormati dan dihargai.

Ridho Allah terletak pada ridho orang tua.
Murka Allah terletak pada murka orang tua.

4 thoughts on “Tentang Orang Tua…

    1. banget deh cha..😦
      kayaknya gak, tapi karena fizi udah berbaik hati nemenin ahmad ke makam ibunya, ahmad meminta fizi menganggap itu ibunya juga agar fizi merasa punya ibu juga. this imo.

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s