[Berani Cerita #26] Killer

Aku berlari tak tentu arah. Jantungku berdegup kencang. Aku ingin berhenti sebetulnya, tapi aku tidak bisa. Dia di belakangku, mengejarku. Aku telah melihatnya membunuh seorang wanita dan tanpa sengaja melihat mukanya pula, dia pasti tidak akan melepaskanku.

Kepanikan menguasaiku, aku sudah tidak sanggup lagi berlari. Oh ya, bukankah di ujung lorong ini ada gudang. Aku bisa sembunyi di sana. Dia pasti tidak akan menduganya.

timthumb.php

Aku memasuki gudang tersebut. Kondisinya penuh sesak, tapi menjadi keuntungan tersendiri untuk ku. Aku berusaha mencari tempat sembunyi yang paling aman, dengan sangat berhati-hati. Sangat bodoh jika aku menyenggol barang di sini yang menyebabkannya terjatuh dan menimbulkan bunyi berisik.  Akhirnya aku menemukan sebuah celah yang bisa kujadikan tempat sembunyi, tertutup berbagai macam kardus sehingga nampaknya tidak mungkin terlihat dari luar.

Aku bersembunyi, jantungku masih berdegub kencang. Aku menunggu apakah dia akan menemukanku. Satu menit, dua menit, tiga menit, tidak kudengar suara langkahnya. Aaah, nampaknya aku bisa terbebas darinya.

Aku hampir saja tertidur ketika kudengar suara langkah. Jantungku yang hampir berdetak normal, kembali berdegub kencang. Apakah dia menemukanku? Kuintip dari celah tempatku bersembunyi, kulihat dia berdiri di depan pintu gudang. Bagaimana dia bisa tahu aku di sini? Tidak mungkin.

Aku tidak berani bergerak sedikit pun. Aku merasakan dia memindai ruangan itu, berusaha merasakan aura keberadaanku. Kudengar suara langkahnya semakin mendekati tempatku bersembunyi. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa dia mengetahui aku di sini?

Lalu..

“Hei Nak.. aku tahu kamu bersembunyi di belakang kardus ini. Sudah cukup permainan petak umpetnya. Ayo.. keluarlah… !!!”

Aku tidak berani bergerak, bahkan kurasakan aku pun berhenti menarik nafas.

“Kalau kamu tidak mau keluar.. aku yang akan menghampiri mu..”

Aku tetap tidak berani bergerak. Kurasakan, dia semakin mendekat, semakin dekat dengan tempatku bersembunyi. Aku melihat dia meminggirkan kardus-kardus di depanku dan kemudian aku melihatnya dengan sangat jelas.. laki-laki yang mengenggam pisau yang berlumuran darah yang berjalan ke arahku..

“TIDAAAAAAAAK!!!!!” spontan aku berteriak dan menutup mataku.

“ADAM!!!!”

Aku tergeragap, kaget mendengar seseorang memangil namaku. Aku buka mataku pelan-pelan.. dan kulihat Pak Muchsin berdiri di depanku dengan wajahnya yang sangar.

“Punya nyali juga kamu ya untuk tidur di kelas saya…!!! Kamu maju ke depan kelas dan kerjakan soal fisika di papan tulis itu… CEPAT!!!”

Sial! sial! Gara-gara bergadang nonton bola, aku ketiduran di kelas Pak Muchsin, guru fisika paling killer di SMA 91 ini. Pakai acara mimpi buruk pula.. SIAL!!!

Total kata : 381

banner-BC#26

8 thoughts on “[Berani Cerita #26] Killer

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s