[People Around Us #3] Antrilah di Tangga

Antri

“Teh, kenapa sih kok naik eskalatornya, pada jejer di sebelah kiri semua ? Yang kanan kosong gitu…. “

Itu pertanyaan yang saya ajukan ke kakak saya, ketika saya mengunjunginya di Negeri Singa tahun lalu. Nampak aneh saja bagi saya ketika menaiki eskalator (tangga berjalan), semua orang secara otomatis berjejer di sisi kiri, sementara sisi kanan dibiarkan kosong.

“Iya.. di sini kalau tidak buru-buru naiknya jejer di sebelah kiri. Sebelah kanan diperuntukkan mereka yang mungkin terburu-buru sehingga walaupun menggunakan eskalator, mereka tetap menaiki anak tangga agar cepat sampai di atas.”

Tentu saja hal itu menjadi wacana baru bagi saya. Saya tahu bagaimana tertib dan teraturnya warga Singapura ketika masuk keluar MRT atau bus. Saya tahu bagaimana para pengguna kendaraan bermotor menghormati pejalan kaki di sana. Akan tetapi, kebiasaan tentang antri di tangga ini benar-benar baru bagi saya saat itu.

Tentu saja saya tidak serta merta percaya pada kakak saya. Dalam hati saya berkata, ah, masa sampai segitunya naik tangga aja. Secara kan, kalau di Indonesia, kadang kita berdiri berjejer di sisi kiri dan kanan waktu naik eskalator. Jika pun ada yang terburu-buru, dia yang akan permisi ke kita untuk ngelewatin kita.  Akan tetapi, setelah saya perhatikan, memang seperti itu adanya. Hampir setiap menaiki eskalator, saya jadi punya kebiasaan baru di sana, memperhatikan orang-orang yang berada di eskalator. Saya melihat bahwa hampir semua melakukan hal tersebut, berjejer di sisi kiri, memberikan ruang kepada orang yang terburu-buru untuk naik melalui sisi kanan.

Antri di tangga seperti itu memang bukan peraturan tertulis yang berakibat denda ketika diabaikan. Akan tetapi, nampaknya mereka punya kesadaran moral yang sama untuk berlaku seperti itu. Satu nilai positif lagi yang saya pelajari dari negara tetangga yang satu ini. Kakak saya pun, karena sudah bertahun-tahun tinggal di sana, akhirnya terpola dengan perilaku yang sama.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pada akhirnya, ketika kita melakukan perjalanan, kita akan berusaha beradaptasi dan mempelajari kebiasaan-kebiasaan lokal. Dan, antri di eskalator, adalah satu kebiasaan baru yang saya pelajari ketika berada di sana. Semoga saya bisa mengaplikasikannya ketika berada di tanah air. Semoga saya bisa memberikan ruang kepada orang lain walaupun hanya dengan berada di sisi kiri ketika menaiki eskalator.

– Project by Alexander Thian aka @aMrazing

6 thoughts on “[People Around Us #3] Antrilah di Tangga

  1. May.. nggak cuma di eskalator singapore aja yg kaya gitu.di bandara-bandara kelas berat kaya Gatwick,Heathrow,Charles de Gaulle,eskalator baik yang datar maupun yang up and down ada signnya.diam atau jalan pelan disisi kiri,sebelah kanan untuk yg terburu-buru.mungkin karena kurang sosialisasi dan budaya seenak udelnya aja di indo.Parahnya di Cengkareng malah nggak pernah liat sign itu.

  2. Oh gitu ya mas? Berarti ini emang peraturan yang jamak berlaku ya… Tapi kalau dilogika emang iya sih, seharusnya begitu, jadi yang keburu-buru gak harus ribet dan sungkan permisi-permisi segala. Cengkareng sebagai salah satu bandara internasional di Indo memang nampaknya sudah harus berbenah diri…

    seenak udel… gak tahu kenapa otomatis ketawa aja baca kalimat ini hehehehe

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s