[Book Review] Salvation of a Saint

13506866

Akhirnya, satu buku yang pernah saya masukkan ke Wishful Wednesday yang ini bisa terkabul. Buku Salvation of a Saint akhirnya ada di tangan saya😀

Salvation of a Saint yang ditulis oleh Keigo Higashino ini adalah buku ke-2 dari seri Detektif Galileo yang dialihbahasakan ke Bahasa Inggris. Sebelumnya, The Devotion of Suspect X telah lebih dahulu dialibahasakan ke Bahasa Inggris dan mendapatkan sambutan yang luar biasa dari penggemar novel suspense. The Devotion of Suspect X bahkan telah difilmkan dengan judul yang sama atau lebih dikenal dengan Suspect X.

Yoshitaka Mashiba bermaksud menceraikan istrinya Ayane dikarenakan setelah setahun menikah mereka belum juga memiliki anak. Sejak awal pernikahan, memang ada kesepakatan antara Yoshitaka dan Ayane bahwa jika dalam setahun mereka tidak memiliki anak, mereka akan bercerai. Sebuah kesepakatan yang dipaksakan secara sepihak oleh Yoshitaka.

Setelah pembicaraan tentang perceraian itu, keluarga Mashiba mengadakan makan malam bersama dengan keluarga Ikai dan Hiromi Wakayama. Tatsuhiko Ikai adalah teman Yoshitaka sekaligus pengacara untuk perusahaan yang dimiliki Yoshitaka. Dia datang dengan istrinya Yukiko Ikai. Sedangkan Hiromi Wakayama adalah anak didik sekaligus tangan kanan Ayane pada Anne’s House, sekolah patchwork di daerah Daikanyama, Tokyo, yang dimilikinya.

Acara makan malam tersebut berlangsung pada hari Jum’at. Pada hari Sabtu, Ayane, setelah meminta ijin kepada suaminya dan menitipkan urusan sekolah pada Hiromi, pergi ke Hokkaido untuk mengunjungi orang tuanya. Pada malam minggu, Hiromi yang ternyata merupakan kekasih gelap Yoshitaka, bermalam di rumah keluarga Mashiba dan hari Minggu pagi dia pergi ke Ikebukuro untuk bekerja sebagai pelatih paruh waktu pada sebuah sekolah seni. Dia berjanji untuk makan malam bersama dengan Yoshitaka di malam harinya. Akan tetapi, Yoshitaka tidak muncul untuk menjemputnya. Maka, dia pun kembali ke rumah keluarga Mashiba dan menemukan Yoshitaka tergeletak di ruang keluarga dengan gelas dan ceceran kopi berada di sampingnya.

Yoshitaka meninggal karena racun yang tercampur ke dalam kopinya. Segera setelah menemukan fakta tersebut, polisi yang digawangi oleh Kusanagi dengan dibantu oleh junior detektif Kaoru Utsumi dan Kishitani, menempatkan Hiromi Wakayama dan Ayane Mashiba sebagai tersangka utama. Penelitian selanjutnya mengeliminasi Hiromi sebagai tersangka dikarenakan dia tidak mempunya motif untuk membunuh Yoshitaka disebabkan dia sedang mengandung anak Yoshitaka. Menempatkan Ayane sebagai tersangka, polisi terbentur pada kenyataan bahwa dia berada di Hokkaido pada saat terjadinya kematian suaminya. Racun diperkirakan dimasukkan ke kopi Yoshitaka setelah Hiromi keluar dari rumah keluarga Mashiba. Hal ini dikarenakan, setelah meminum kopi di pagi hari, Yoshitaka dan Hiromi masih baik-baik saja kondisinya. Jika hal itu benar adanya, maka tidak mungkin Ayane yang memasukkan racun tersebut, karena dia sedang berada di Hokkaido. Ayane memiliki alibi yang sempurna.

Buntu dengan hasil penelitian, Utsumi meminta nasihat kepada Profesor Yukawa dari Departemen Fisika Universitas Imperial. Yukawa Manabu adalah teman lama Kusanagi dan telah beberapa kali membantu polisi pada beberapa kasus. Bahkan otak cemerlang Yukawa sensei pun harus dibuat untuk berpikir keras guna memecahkan alibi tersangka.  Ketika akhirnya Yukawa sensei bisa menemukan penjelasan terlogis dari alibi tersangka, hal tersebut sulit dipercaya baik oleh Kusanagi maupun Utsumi, karena begitu sederhana. The truth is hidden in the plain sight.  Pembunuhan ini merupakan kejahatan yang sempurna, karena tidak ada bukti konkrit yang dapat menyudutkan tersangka, sebagaimana yang diakui oleh Yukawa.

Didn’t I tell you before?” Yukawa’s face was grim. “It’s the perfect crime”.

Yang saya rasa hebat dari Keigo Higashino adalah bagaimana dia dapat menciptakan alur yang begitu menarik hanya untuk mengungkapkan alibi tersangka, walaupun tersangkanya sudah dapat dipastikan di awal. The Devotion of Suspect X dan Salvation of a Saint memiliki plot cerita yang hampir sama tentang ini.

Higashino-san telah memberitahukan pembunuhnya di awal. Akan tetapi dia bisa mengolah alur cerita novel ini sehingga memerlukan 320 halaman untuk dapat membongkar alibi dari tersangka.  Pembaca sudah pasti mengetahui bahwa pembunuh Yoshitaka adalah Ayane. Hal tersebut bahkan diterangkan dengan pemikiran Ayane pada halaman 4 :

Ayane glanced at her dresser, thinking about the white powder hidden in a sealed plastic bag in the bottommost drawer on the right.

Guess I’ll be using that soon, she thought, the last glimmer of hope fading beneath the shadow inside her.

As she followed him out of the door, she stared at Yoshitaka’s back, thinking, I love you more than anything else in this world. That’s why your words were like a knife stabbing me in the heart. That’s why you have to die, too.

Sejujurnya, ketika membaca buku ini, saya sedikit berharap yang membunuh bukan Ayane, melainkan Hiromi. Hal ini lebih kepada sentimen pribadi. Mengapa Ayane yang sudah dikecewakan suaminya, harus membunuh suaminya dan kemudian dihukum? Sementara Hiromi, yang sudah dianggap keluarga oleh Ayani, malah berkhianat dengan suaminya dan mengandung, malah bisa hidup bebas.  Perasaan gemas kerap kali muncul membaca sepak terjang Yoshitaka yang menganggap wanita adalah penghasil bayi. Jika dia tidak bisa mengandung dan melahirkan, maka dia akan berkata : “waktumu telah habis”.  Bikin pengen nyekek gak sih 😐

Terlepas dari itu semua, sekali lagi saya mengacungkan dua jempol tangan saya untuk Keigo Higashino. Setelah jatuh cinta dengan dorama Jepang Galileo, semakin termehek-mehek ketika nonton film The Devotion of Suspect X , sekarang dengan Salvation of a Saint saya menjadikan dia salah satu penulis favorit saya. Hmm, sayangnya dari semua bukunya hanya beberapa yang dialihbahasakan ke Bahasa Inggris.

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s