Tentang Mati

Kemarin, ketika sedang bergelut dengan sebuah tugas yang melibatkan angka-angka yang ribet, adik saya mengirim BBM

“Teh, Paul Walker meninggal dunia”

Spontan saya mengirim BBM balasan

“Siapa itu Yan? Oh, pemain MU ya….”

Hening sejenak… dan kemudian BBM berikutnya masuk

“Bukan! Pemeran Fast & Furious. Kecelakaan mobil.”

Baru perhatian saya teralih sepenuhnya dari apa yang sedang saya kerjakan. Terkejut mendengar berita tersebut. Baru saya ingat kalau Paul Walker itu pemeran Fast & Furious yang memerankan Brian O’Conner di film tersebut. Sementara, pemain MU itu kan namanya Paul Scholes #DikeprukFansMU.

Baru pagi ini saya sempat browsing untuk mencari beritanya. Paul Walker meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil yang dikendarai temannya. Mobil Porsche yang dikendarai menabrak pohon (?) dan terbakar.  Hal ini cukup ironis ya gak sih. Walker yang berperan dalam film yang isinya mobil kebut-kebutan, meninggal dalam kecelakaan mobil. Hal ironis lainnya adalah adegan pembuka Fast & Furious 7 yang rencananya diputar bulan Juli 2014 nanti adalah Han yang mengalami kecelakaan mobil di Tokyo dan meninggal karena mobilnya terbakar.

Mati.. satu kata yang seringkali terasa mengerikan, menakutkan. Pemutus dari segala kehidupan dunia fana. Awal mula kehidupan yang sesungguhnya. Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati. Mati adalah hal yang absolut. Sebuah kepastian.

Pesan Nabi.. tentang mati.. jangan takut mati karena pasti terjadi. Setiap insan pasti mati.. hanya soal waktu. Itu sepenggal lagu Bimbo yang bercerita tentang kematian.  Pernahkah terpikir bahwa seluruh kita sesungguhnya berada pada antrian yang sama. Antrian menuju kematian. Tidak perlu serobotan. Tidak perlu akhir-akhiran. Waktunya telah ditetapkan. Tidak akan maju atau mundur barang sedetik pun.

Mungkin… yang kita takuti bukan kematian itu sendiri, tetapi kehidupan setelah kematian. Bagaimanakah kehidupan kita setelah mati? Tidak ada yang akan menemani kita ke alam kubur kecuali tiga hal : doa anak yang soleh, ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah.  Didatangi malaikat yang menanyakan pertanyaan yang jawabannya tidak bisa kita bawa contekannya.  Jika berbicara tentang ini, selalu timbul kekhawatiran dalam diri, apakah sanggup diri ini menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Jika memang kematian itu sebuah kepastian, maka kehidupan yang kita rasakan saat ini adalah ladang untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya.

Kita tidak pernah tahu kapan kematian menjemput kita.
Kita tidak pernah tahu apakah bekal yang kita siapkan sudah cukup untuk menemani kita setelah kita mati.

Kita tidak pernah tahu…
Akan tetapi, sebagai manusia tugas kita adalah berusaha yang sebaik-baiknya.
Berharap bahwa kita bisa mati dalam keadaan khusnul khotimah.
Berharap bahwa kita mendapatkan nikmat kubur dan terhindar dari siksa kubur.

Dan sesungguhnya kematian itu dekat.

6 thoughts on “Tentang Mati

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s