[Berani Cerita #38] Kisah Bu Burhan

pasar-tradisional-denpasar-indonesia+1152_13173460988-tpfil02aw-8554

Aku selalu suka suasana pasar, bau khasnya, hiruk pikuknya. Sejak kecil aku selalu menantikan saat-saat disuruh Ibu berbelanja ke pasar. Tugas harian yang selalu kunikmati dan kutunggu-tunggu.

Berbelanja di pasar merupakan sarana pelepas stress bagiku.  Walaupun usaha cateringku sudah jauh berkembang, berbelanja ke pasar untuk bahan masakan tetap kulakukan sendiri dan tidak pernah kulimpahkan ke anak buahku.

Pagi ini, seperti biasanya, aku perlu berbelanja untuk kebutuhan cateringku. Nanti malam ada pesanan untuk ulang tahun anak salah satu pejabat di kotaku. Tentunya, ini akan menjadi sarana promosi yang bagus untuk usahaku.

Akan tetapi, tidak seperti biasanya, pagi ini aku kesiangan. Baru pukul 8 aku berangkat ke pasar diantarkan suamiku. Biasanya pukul 6 aku sudah berangkat ke pasar. Semoga saja bahan belanjaan yang kuperlukan masih ada semua.

Setibanya di pasar, kulihat suasananya tidak seramai biasanya, mungkin karena sudah cukup siang untuk berbelanja sebetulnya. Aku bergegas ke arah kios-kios untuk membeli bahan masakan yang kuperlukan sebelum semuanya terjual habis. Sangking seringnya aku ke pasar ini, aku mengenal hampir semua pedagang di pasar ini.  Entah mengapa, sikap beberapa pedagang tersebut hari ini agak aneh terhadapku.  Mereka seperti memandangku dengan keheranan. Akan tetapi, karena aku terburu-buru akibat sudah kesiangan, aku tidak sempat berhenti untuk menanyakan hal tersebut kepada mereka. Nanti saja kapan-kapan aku akan berbincang-bincang dengan mereka tentang hal ini.

Akhirnya aku tiba di tukang daging langgananku. Seperti biasa, belanja daging selalu kulakukan paling akhir sebelum aku pulang, karena letak kiosnya cukup dekat dengan tempat parkir.

“Selamat pagi Pak Pujo… dagingnya seperti biasa 30 kg ya…”

“Lho, Bu Burhan! Belanja lagi? Yang tadi pagi belum cukup ya?” Pak Pujo bertanya heran kepadaku.

Ganti aku yang merasa heran “Lho, Pak Pujo nih gimana tho.. Wong saya seharian ini belum belanja daging sama sekali. Waah, Pak Pujo terbayang-bayang pelanggan lain mungkin….. ” sahutku.

Aku lihat istri Pak Pujo berbicara pelan kepada suaminya, entah apa yang mereka perbincangkan.

“Oh iya sih ya… saya keliru dengan pelanggan lain mungkin Bu..  baik Bu, saya siapkan pesanannya…. ”

“Tolong agak bergegas ya Pak.. Saya sudah kesiangan ini belanjanya, sementara acaranya nanti jam 5 sore.”

Tidak lama, daging yang kupesan sudah siap. Anak buah Pak Pujo membantuku membawa daging itu ke mobil. Aku berjalan kembali menuju tempat parkir. Kulihat suamiku berdiri di sisi mobil.

“Ayah.. ini Ibu sudah selesai.. tolong bawakan donk Yah…”

Suamiku hanya memandangku dan bergeming di tempatnya berdiri.

“Lho Ayaah! Kok malah bengong aja, ayo bantu Ibu donk! Sudah kesiangan ini Yah… ”

“Oh iya Bu…. ” suamiku mendekat ke arahku dan mengambil alih barang belanjaan yang aku bawa dan memasukkannya ke mobil.

>><<

Dari kejauhan, Pak Pujo beserta istrinya memandang iba kepada pasangan Burhan.

“Kasian ya Bu, Ibu Burhan itu…”

“Iya Pak.. karena tidak bisa menerima usaha cateringnya bangkrut, dia jadi stress seperti itu. Dia tidak ingat kalau tadi pagi sudah berbelanja, sekarang dia belanja lagi..”

“Iya Bu.. semoga Pak Burhan sabar menghadapinya ya… ”

“Buntutnya 1 kg ya Pak.. ” tiba-tiba terdengar suara pelanggan lain, mengalihkan perhatian Pak Pujo dari pasangan Burhan.  Sementara itu, mobil pasangan Burhan meninggalkan tempat parkir pasar tradisional tersebut.

Jumlah kata : 498

banner-BC#38

14 thoughts on “[Berani Cerita #38] Kisah Bu Burhan

  1. Gak heran Pak Burhan bengong lihat istrinya belanja, sehari aja dia sudah keluar uang dua kali buat belanja, kebayang berapa yang harus dia keluarkan buat seminggu, sebulan . . .

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s