[Prompt #32] Anak Angkat

images
Credit foto dari sini

“Kumohon, Mas. Kita adopsi dia ya?” pinta istriku.

Aku tercenung. Mengadopsi anak? Hal tersebut tidak pernah terbayangkan olehku. Akan tetapi, 7 tahun menikah dan kami belum juga dikaruniai anak. Pemeriksaan dokter menunjukkan aku yang memiliki kelemahan.

“Apa kamu yakin untuk mengadopsi anak itu, Sayang?”
“Aku yakin, Mas. Aku tahu asal usulnya. Kedua orang tuanya sudah meninggal. Selama ini yang merawat anak itu adalah si Minah, pembantu kita yang dulu. Ibu dari anak itu adalah adik perempuannya. Dia tidak mampu lagi untuk mengasuh anak tersebut karena kendala ekonomi, Mas. Paling tidak, Mas lihat dulu anak tersebut, baru memutuskan lebih lanjut.” pinta istriku setengah memohon.

“Baiklah, Sayang. Besok ajak aku melihat anak itu.”

>><<

Anak itu mengagumkan! Tidak heran jika istriku jatuh cinta kepadanya. Aku saja yang tidak terlalu menyukai anak kecil, dalam pertemuan pertama, sudah merasa sayang pada anak itu.

“Kalau Ibu dan Bapak Abimanyu bersedia mengadopsi si Daim, kami sangat bersyukur sekali karena kami sudah mengenal Ibu dan Bapak” Minah berkata kepada kami.

“Sebetulnya kami ingin sekali mengasuh Daim, tapi kami tidak mampu. Anak ini sungguh kasihan, Bapaknya meninggal ketika ibunya mengandung dia usia 5 bulan. Ibunya meninggal ketika melahirkannya.”

Daim, bayi lelaki itu, nampak asyik bermain-bermain di pangkuan istriku.  Tidak berapa lama, dia minta turun dari pangkuan istriku. Bayi lelaki itu merangkak mendekatiku. Dia berhenti di beberapa langkah dari tempatku berdiri. Pandangan kami beradu. Kurasakan kedua matanya seperti sebilah pedang yang mengoyak-ngoyak pikiranku dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kulakukan.

Aku tercekat. Mengapa tiba-tiba aku merasa bersalah pada anak ini?

“Siapa nama kedua orang tuanya, Min? tanyaku

“Suseno Proboyudo dan Amel Ayuningtyas, Pak. Itu foto mereka, Pak” sahut Minah sambil menunjukkan sebuah foto.

Deg! Suseno Proboyudo! Ingatanku melayang pada sebuah malam beberapa bulan yang lalu. Aku membunuhnya atas perintah seseorang yang berani membayar mahal. Sebuah pekerjaan yang kuterima sebagai pembunuh bayaran.

Jumlah : 300 kata

Diikutkan dalam Monday Flash Fiction Prompt #32

4 thoughts on “[Prompt #32] Anak Angkat

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s