[Berani Cerita #40] Tikus Kantor

Saat itu sedang istirahat siang. Sebagian besar orang sudah keluar untuk beristirahat. Sandra masih berada di kubikelnya, menunda sedikit waktu istirahatnya untuk menyelesaikan pekerjaannya.

“Sandra!”

Tiba-tiba Malik muncul di kubikelnya dan berbicara kepadanya. Volume suaranya cukup rendah, sehingga nampaknya hanya mereka berdua saja yang bisa mendengarnya. Raut mukanya sangat tidak ramah.

“Aku tahu apa yang kamu lakukan!”
“Hah?! Apa maksudmu, Lik?”
“Tidak usah berpura-pura! Kamu masih anak baru, jangan banyak tingkah!  Hentikan sekarang atau kau akan menyesal!”

Malik kemudian berjalan menjauh. Sandra duduk di kubikelnya. Masih terngiang ancaman Malik tadi. Dia bukannya tidak tahu apa yang dimaksud oleh Malik.

Sebagai internal auditor, dia menemukan kejanggalan pada Divisi Logistik. Jika tidak teliti, nampaknya semua data memang cocok. Akan tetapi, jika ditelusuri lebih jauh, akan ditemukan beberapa hal yang tidak wajar. Dia masih menyimpan temuan tersebut untuk dirinya sendiri. Rencananya hari ini dia akan melaporkan pada Pak Zaki, pimpinannya. Akan tetapi mendengar ancaman Malik tadi, Sandra merasa sedikit gentar.

Akhirnya Sandra memutuskan untuk beristirahat dan sholat. Setelah sholat dia merasa tenang. Pikirannya jernih dan tekadnya bulat untuk melaporkan temuannya kepada Pak Zaki.

>><<

Pak Zaki selesai membaca laporan Sandra. Dia nampak terkejut membaca laporan tersebut.

“Apa Kau yakin dengan laporanmu, Sandra? Ini tidak main-main! Jika ini benar, berarti perusahaan telah kehilangan aset hampir mencapai 300 juta!”

“Saya mengerti, Pak. Akan tetapi, data-data tersebut sudah saya teliti ulang dan saya yakin bahwa laporan saya benar. Jika menurut perkiraan saya, nampaknya transaksi yang janggal ini baru berlangsung sekitar 6 bulan, Pak.”

Pak Zaki nampak tercenung. Dia membuka dan membaca ulang laporan Sandra, seperti tidak percaya pada laporan tersebut.

“Baik, saya terima dulu laporanmu. Akan saya pelajari lagi dan akan saya cross check dengan Pak Gozali, kepala Divisi Logistik.”

“Baik, Pak. Terima kasih. Saya permisi dulu, Pak.”

>><<

Hari sudah malam ketika Sandra pulang. Jam di pergelangan tangannya menunjukkan hampir pukul 8. Dia turun dari kendaraan umum yang ditumpanginya. Hanya perlu berjalan sedikit dan menyeberang jalan, dia akan segera tiba di rumahnya.

Tiba di perempatan jalan, dia melihat lampu untuk menyeberang berwarna hijau. Jalanan cukup sepi sehingga Sandra berjalan tanpa tergesa-gesa. Ketika dia tiba di tengah jalan, mobil yang tadinya nampak berjalan pelan, tiba-tiba mempercepat laju kendaraannya. Sandra terpaku, tidak mampu bergerak.  Dia merasa tubuhnya dihantam sesuatu dengan keras dan kemudian gelap.

>><<

“Bagus! Pastikan dia sudah tidak bernyawa. Kemudia kamu segera pergi dari sana!” Zaki berbicara kepada seseorang melalui telepon genggamnya.

Zaki menutup teleponnya dan memandang orang di depannya.

“Kau sungguh ceroboh, Goz! Bagaimana mungkin Sandra yang anak baru bisa menemukan transaksi fiktif yang sudah kita lakukan selama ini?! Ini pasti si Malik yang tidak selihai orangmu yang sebelumnya. Kau cari lagi orang yang lebih cakap dalam hal ini, Goz! Kau singkirkan saja si Malik itu! Hampir saja celaka kita karenanya.”

“Ok Zak. Aku akan cari orang baru yang lebih lihai dalam hal ini. Kau pun jangan pilih orang yang kritis di departemenmu.” balas Gozali.

Malam semakin larut, namun pembicaraan kedua orang tersebut belum juga berakhir. Pembicaraan tentang rencana korupsi di tempat mereka bekerja.

Jumlah kata : 497

banner-BC#40

10 thoughts on “[Berani Cerita #40] Tikus Kantor

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s