[Prompt #33] Anugerah Terindah

Telepon genggamku berbunyi, menandakan ada sms masuk. Kubuka dan kubaca isinya. Huh! Masih saja mencoba menghubungiku.  Kuabaikan saja sms tersebut. Hati ini masih sakit jika mengingat kebohongannya selama ini.

>><<

Aku merindukannya. Seminggu lagi dia akan berulang tahun. Semenjak aku mengenalnya, aku tidak pernah melewatkan hari spesialnya. Batinku berkecamuk antara rindu yang memuncak dan gengsi untuk menemuinya.

>><<

Ini hari ulang tahunnya dan aku berdiri di depan rumahnya sekarang. Aku sendiri tidak tahu apa yang membuatku melangkahkan kaki ke sini.

Aku melihatnya sedang berada di teras rumah. Sudah hampir setahun ini aku tidak pernah menemuinya. Wajahnya nampak letih, dia nampak lebih tua dari terakhir kami bertemu. Karena aku kah?

Aku melangkah pelan menuju rumah itu. Dia menoleh ketika pintu gerbang kubuka. Nampak ekspresi terkejut di wajahnya.

“Lea!” ucapnya.

Aku masih membeku. Tidak tahu harus berkata apa. Perang batin antara keinginan untuk berlari ke pelukannya dan rasa gengsi atas kebohongannya masih berlanjut dalam diriku. Akhirnya, kubiarkan naluriku yang berjalan.

“Ibu, selamat ulang tahun” aku melangkah ke arahnya dan memeluknya. Hal yang kurindukan selama setahun ini.

“Lea, terima kasih.” Ibu berkata kepadaku. Kemudian lanjutnya, “Apakah kau sudah memaafkan ibu, Nak?”

Aku tercenung dalam pelukannya. Ingatanku melayang pada kejadian setahun lalu.

>><<

“Lea, ada yang harus ibu beritahukan kepadamu, Nak.”

“Ada apa, Bu? Mengapa ibu nampak serius sekali?”

“Ibu rasa sudah saatnya kamu tahu asal usulmu yang sebenarnya, Nak. Kamu bukan anak kandung ibu dan bapak. Seseorang meninggalkanmu di depan rumah kami 25 tahun yang lalu. Kami tidak bisa memiliki keturunan, karena itu, kehadiranmu seperti hadiah dari Tuhan untuk kami.  Berulang kali ibu bermaksud memberi tahumu tentang hal ini, akan tetapi ibu selalu tidak sanggup untuk melakukannya. Ibu rasa, sekarang saat yang tepat untuk ibu memberi tahumu.”

Aku marah. Aku merasa dibohongi oleh kedua orang yang selama ini kuanggap sebagai orang tua kandungku. Ternyata aku hanyalah anak pungut yang tidak diketahui asal usulnya. Sejak hari itu, aku meninggalkan rumah dan tidak pernah mengunjungi ibu lagi, yang sekarang hidup sendiri setelah ayah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

>><<

“Ibu, seharusnya Lea yang minta maaf kepada ibu. Ibu dan Bapak sudang menganggap Lea seperti anak sendiri. Lea bahkan tidak pernah merasakan bahwa Lea bukan anak kandung ibu dan bapak.”

Aku melanjutkan, “Seharusnya Lea yang berterima kasih kepada Ibu dan Bapak karena mau merawat Lea, padahal kalian sama sekali tidak tahu asal usul Lea. Lea… Lea… berdosa selama setahun ini meninggalkan Ibu seorang diri.”  Kurasakan pipiku sudah basah oleh air mata.

“Ibu dan bapak selalu menganggapmu sebagai anak kami sendiri, Lea. Ibu memberi tahumu hanya agar kamu tahu hal ini dari ibu, bukan dari orang lain. Kamu, akan selalu menjadi anak kami, Lea.”

Kurasakan bebanku selama setahun ini menghilang. Aku memeluk ibu lebih erat lagi.

Terima kasih Tuhan. Engkau telah memberikan orang tua yang terbaik untukku. Anugerah terindah dari-Mu.
Terima kasih telah membantuku untuk bijaksana, di kala aku tidah tahu apa yang kulakukan dan dibutakan oleh amarah.

Terima kasih telah menuntunku ke tempat teraman dan paling menenangkan di dunia, pelukan ibu.

Jumlah kata : 495

Untuk berpatisipasi dalam Monday Flash Fiction Prompt #33
Tema minggu ini : Love is In the Air
Lagu : The Prayer

7 thoughts on “[Prompt #33] Anugerah Terindah

    1. iya mbak, saya kerasa kok kalau twistnya gak nendang gitu. oh dengan gunting tempel bisa dibuat twist yang lebih menggigit ya? soalnya kemarin kayaknya udah mentok idenya hehehe..

      btw, terima kasih mbak sarannya🙂

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s