Sibuk Sibuk Sibuk

images
Sumber

 

“Duh, bangun jam 6, kesiangan deh subuhnya.”
“Ah bentar lagi deh.. dhuhur sampe jam setengah tiga ini.. Bentar lagi selesai kok.”

Waduh, ini meeting penting. Ashar-nya nanti aja deh.”
“Macet gini.. repot kalo harus mampir masjid buat magrib-an.”
Ya ampuun, capek banget… Isya nya nanti aja deh.”

Pernahkah kita mendengar hal-hal seperti di atas? atau mungkin kita salah satu pelakunya ? *ngaca*. Jujur saja saya pernah melakukan satu atau dua hal di atas, terutama ketika pekerjaan sedang sangat menumpuk *timpuk diri sendiri*

Ketika kita mengejar dunia, seringkali kita meletakkan Allah di urutan kesekian. Sholat asal-asalan. Prinsipnya pokoknya sholat. Terkadang kecepatan sholat yang kita lakukan sangat menakjubkan. Kalah ayam matuk makanannya.  Jika sholat saja demikian, bagaimana dzikir ? ngaji ? sholat malam mungkin tambah lewat.

Baru ketika kita dalam kesulitan, kita betah berlama-lama tersungkur di hadapan-Nya. Mulai dari sholat fardhu, sholat dhuha, tahajud, dzikir, ngaji semua dijabanin. Ketika kesulitan hilang, kita kembali mengabaikan itu semua.

Naudzubillah…. Semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang lalai.

Suatu ketika, dalam perjalanan saya ke Malang, ada pengamen yang menyanyikan sebuah lagu. Saya tidak pernah mendengar lagu ini sebelumnya, akan tetapi liriknya sungguh menampar. Petikan liriknya berikut ini :

Gema adzan subuh kami lelap tertidur
Gema adzan dhuhur kami sibuk bekerja
Gema adzan ashar kami luluh di dunia
Tuhan, pantaskah surga untukku

Gema adzan magrib kami di perjalanan
Gema adzan isya’ lelah tubuhku, Tuhan
Tak ada waktu membaca firman-Mu
Dan tak ada waktu bersujud pada-Mu

(untuk lirik lengkap silahkan klik di sini)

Mari kita merenung tentang diri kita masing-masing,
sudahkah kita mengutamakan Allah ?
ataukah kita mengutamakan kesibukan kita yang sebetulnya merupakan ujian dari Allah ?

Salah seorang guru saya pernah berkata “Hormati dan dahulukan Allah. Insya Allah Dia akan menghormati dan mendahulukan kita.

Mendahulukan Allah… saya sering mendengarnya. Bahkan Yusuf Mansyur sering berkata.. Allah dulu.. Allah lagi.. Allah terus, akan tetapi menghormati Allah ? Saya pun bertanya ke guru saya, “Bagaimana menghormati Allah?”  Beliau pun menjawab “Apakah kamu mandi sebelum sholat subuh ? Jika ketemu manusia saja kita memantaskan diri dan berdandan serapi mungkin, mengapa bertemu Allah, sang Pemilik Jiwa, kita dalam keadaan kumus-kumus (tidak rapi) ?”

Hanya sebuah renungan. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang tidak lalai dalam mengingat-Nya. Aamiin

Posted from WordPress for Android

2 thoughts on “Sibuk Sibuk Sibuk

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s