Sekali Lagi

Kriiiing…

Suara dering telepon dari ruang tengah membangunkanku. Kulirik jam dinding. Siapa menelepon jam tiga pagi?

Kubiarkan saja telepon itu berdering. Nanti pasti ada yang mengangkat. Lagipula aku masih jengkel dengan kejadian semalam.

Beberapa menit berlalu dan telepon itu masih saja berdering.

“Ayah dan Ibu ke mana sih?” omelku sambil beranjak dari tempat tidur untuk mengangkat telepon.

“Halo …,”

“Dafa? Ini Ayah!”

“Ayah?! Ayah di mana?!”

“Ayah di rumah sakit, Nak. Ibu ….” jawab ayah menggantung.

“Lho! Kapan berangkatnya?! Ibu kenapa, Yah?!” cecarku.

“Tadi sekitar jam 1, Ibu mendadak sesak napas. Ayah sangat khawatir dan hanya terpikir membawa Ibu segera ke rumah sakit. Tak sempat membangunkanmu.”

“Kondisi Ibu sekarang bagaimana, Yah?”

Hening.

“Yah, Ibu gimana? Sudah membaik, kan?”

“Ibu … Ibu tidak tertolong, Nak.”

Hatiku mencelos. Ini tidak mungkin!

Ingatanku melayang pada kejadian semalam. Aku bertengkar hebat dengan ibu karena tidak diizinkan datang ke pesta ulang tahun Riska yang ke-17. Alasannya hanya karena diadakan di sebuah klub malam. Kolot sekali!

Aku tahu ketidak hadiranku nanti pasti akan menjadi bahan ejekan di sekolah. Membuatku sangat jengkel kepada Ibu.

“Aku benci Ibu! Aku tidak ingin melihat Ibu lagi!” ujarku saat itu.

Penyesalan memenuhi dadaku. Aku pun terisak.

>>>><<<<

“Dafa! Kamu kenapa menangis? Bangun, Nak.” Setengah tersadar aku melihat Ibu duduk di samping tempat tidurku.

“Ibu!!! Ini benar Ibu?!” ujarku tak percaya.

“Ini Ibu, Nak.” jawab Ibu, heran dengan sikapku. “Kamu mimpi apa sampai menangis?”

Kelegaan membanjir. Aku kembali terisak. Kupeluk ibu dengan erat. Cukup dalam mimpi aku kehilangan ibu. Tak kan kusia-siakan kesempatan kedua yang diberikan Tuhan.

Total kata : 251

Tulisan untuk memeriahkan Pesta Online Ulang Tahun Kedua Monday FlashFiction

Happy Birthday MFF

24 thoughts on “Sekali Lagi

      1. Banyak yang seperti itu May. Ada temen cerita. Dia benci sama ayahnya krn meninggalkan dia dan ibunya. Sampai ayahnya meninggal, dia gak sempat bilang kalau dia sudah memaafkan dia. Masih kepikiran. Gak kebayang kalau benar2 menimpa kita May. Sesal takkan habis.

  1. Entah mengapa, saya malah keinget sama hutchi, dlm tayangan pembuka filmnya saat dia terbang di tengah hujan diiringi lagu temanya yg luar biasa sedih itu. *random bets* *oot*

Please feel free to give comment ^__^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s